Baduy – Sistem Pemerintahan

Masyarakat Baduy mengenal dua sistem pemerintahan yaitu sistem nasional dan sistem adat.  dalam sistem nasional, masyarakat baduy termasuk ke dalam wilayah Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Provinsi Banten.  di daerah baduy terdapat sejumlah kampung yang terbagi menjadi kampung tangtu, kampung panamping dan kampung dangka. selain kampung tangtu juga terdapat rukun kampung yang disebut kokolotan lembur.

Desa Kanekes dipimpin oleh kepala desa yang disebut jaro pamarentah yang berada di bawah camat, kecuali untuk urusan adat yang tunduk kepada kepala pemerintahan tradisional (adat) yang disebut puun.  yang membedakan dengan kepala desa lainnya adalah kepala desa Kanekes tidak dipilih oleh warga, tetapi ditunjuk oleh puun, baru kemudian diajukan kepada bupati (melalui camat) untuk dikukuhkan sebagai kepala desa.  untuk saat ini yang menjabat sebagai jaro pamarentah adalah Jaro Dainah.

Secara tradisional pemerintahan pada masyarakat baduy bersorak kesukuan dan disebut kapuunan, karena puun menjadi pimpinan tertinggi.  Ada tiga orang puun di wilayah baduy yaitu puun Cikeusik, puun Cibeo dan puun Cikertawana.  puun-puun tersebut merupakan “tri tunggal”.  selain berkuasa di wilayah masing-masing, mereka secara bersama-sama juga memegang kekuasaan pemerintahan tradisional masyarakat baduy.  walaupun merupakan satu kesatuan, ketiga puun tersebut mempunyai wewenang tugas yang berlainan.  wewenang puun Cikeusik adalah menyangkut urusan keagamaan dan ketua pengadilan adat yang menentukan pelaksanaan upacara-upacara adat (seren taun, kawalu dan seba).  dan memutuskan hukuman bagi pelanggar adat.


Wewenang kapuunan Cibeo menyangkut pelayanan kepada warga dan tamu di kawasan baduy, termasuk pada urusan administrator tertib wilayah, pelintas batas dan berhubungan dengan daerah luar.  sedangkan wewenang kapuunan Cikertawana menyangkut urusan pembinaan warga, kesejahteraan, keamanan atau sebagai badan pelaksana langsung di lapangan yang memonitor permasalahan yang berhubungan dengan kawasan baduy.

Dalam lembaga kapuunan terdapat beberapa jabatan yang masing-masing jabatan memegang dan bertanggung jawab pada urusan khas.  berikut ini akan diuraikan masing-masing jabatan dalam lembaga kapuunan tersebut

Puun

Puun merupakan jabatan tertinggi dalam wilayah tangtu.  menurut pikukuh “peraturan adat” jabatan puun berlangsung turun temurun, kecuali bila ada hal yang tidak memungkinkan.  sehubungan dengan hal tersebut jabatan puun bisa diwariskan kepada keturunannya atau kerabat dekatnya.  lama jabatan puun tidak ditentukan.  jangka waktu jabatan pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan seseorang memegang jabatan puun.  ada yang menjabat sampai tutup usia, namun kebanyakan akan mengundurkan diri karena usia tua.

Girang Seurat

Girang seurat atau kadang disebut seurat merupakan jabatan tertinggi kedua setelah puun yang melaksanakan tugas sebagai “sekertaris” puun atau pemangku adat, juga bertugas mengurus huma serang “ladang bersama” dan menjadi penghubung dan pembantu utama puun.  setiap orang yang ingin menghadap atau bertemu puun harus melalui girang seurat.  tamu dari luar lebih dihadapi oleh girang seurat yang mewakili puun.  sebagai pembantu puun, girang seurat hanya ada di tangtu Cikeusik dan Cibeo, sedangkan di Cikertawana tugas yang sama dipegang oleh kokolot “tetua kampung”.

Baresan

Baresan adalah semacam petugas keamanan kampung yang bertugas dan bertanggungjawab dalam bidang keamanan dan ketertiban.  mereka termasuk dalam anggota sidang kapuunan atau semacam majelis yang beranggotakan sebelas orang di Cikeusik, sembilan orang di Cibeo dan lima orang di Cikertawana.  mereka juga dapat menggantikan puun menerima tamu yang akan menginap dan dalam berbagai upacara adat.

Jaro

Jaro merupakan pelaksana harian urusan pemerintahan kapuunan.  tugas jaro sangat berat karena meliputi segala macam urusan.  di baduy dikenal empat jabatan jaro yaitu jaro tangtu, jaro dangka, jaro tanggungan dan jaro pamarentah.  Jaro tangtu bertugas sebagai pengawas dalam pelaksanaa hukum adat warga tangtu.  Ia bekerja sama dengan girang seurat mendampingi puun dalam pelaksanaan upacara adat atau menjadi utusan kepala desa ke luar desa Kanekes.  Jaro Dangka bertugas menjaga, mengurus dan memelihara tanah titipan leluhur yang berada di dalam dan di luar Desa Kanekes.  Ia juga bertugas menyadarkan kembali warga tangtu yang dibuang karena melanggar adat.  jaro dangka berjumlah sembilan orang, tujuh orang berada di luar desa Kanekes dan dua lainnya berada di dalam desa.  Kesembilan jaro ditambah dengan tiga orang jaro tangtu disebut dengan jaro duabelas yang dikepalai oleh salah seorang diantara mereka.  pemimpin jaro duabelas ini disebut jaro tanggungan duabelas.

Jaro pamarentah bertugas sebagai penghubung pemerintahan adat dan masyarakat baduy dengan pemerintah dan bertindak sebagai kepala desa Kanekes yang berkedudukan di Kaduketug.  Dalam tugas jaro pamarentah dibantu oleh pangiwa, carik, dan kokolot lembur.

Palawari

Palawari merupakan kelompok khusus – semacam panitia tetap – yang bertugas sebagai pembantu, pesuruh dan perantara dalam berbagai kegiatan upacara adat.  mereka mendapat tugas dari tangkesan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan persiapan dan pelaksanaan suatu upacara adat, yakni menyediakan makanan untuk semua petugas dan warga yang terlibat dalam upacara tersebut.

Tangkesan

Tangkesan merupakan  “menteri kesehatan” atau dukun kepala dan sebagai atasan dari semua dukun yang ada di baduy.  Ia juga merupakan juru ramal bagi segala aspek kehidupan orang baduy.  Ia terlibat dalam penentuan orang yang pantas menjadi puun.  ia juga orang yang memberi restu pada orang yang ingin menjadi dukun.  oleh karena itu, orang yang menjabat sebagai tangkesan harus cendikia dan menguasai ilmu obat-obatan dan mantera-mantera.  sekalipun tangkesan dapat memberikan nasihat dan menjadi tempat bertanya bagi puun, jabatan ini dapat dipegang oleh orang baduy luar.  dalam hal ini, biasanya ia merupakan keturunan dari tangkesan sebelumnya.

Ada beberapa sebutan dukun pada masyarakat baduy, yakni paraji (dukun beranak), panghulu (dukun khusus mengurus orang yang meninggal), bengkong julu (dukun sunat untuk pria) dan bengkong bikang (dukun sunat untuk wanita)

dikutip dari berbagi sumber

About these ads

Perihal herman
born and grow up in makassar. then continue studied in IPB Bogor, graduated in 1997

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: