Perjalanan ke tanah leluhur – Badui

SEPINTAS TENTANG MASYARAKAT BADUY
Oleh : Drs. Abdullah

1. Masyarakat Tradisional

Jaro dan wakil jaro CibeoSiapa yang tidak mengenal masyarakat Baduy ?. Rasanya semua orang pasti mengenal masyarakat Baduy, hal ini dapat kita temukan dalam berbagai media masa atau pernah kita tonton di media elektronik, terutama pada acara-acara masyarakat tradisional yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi swasta maupun televisi milik pemerintah.

Sepintas orang mengatakan bahwa masyarakat Baduy adalah masyarakat terasing atau orang lebih suka mengatakan masyarakat primitif, karena dengan berbagai keluguan, kepolosan, kejujurannya atau istilah lain untuk mengatakan bahwa masyarakat Baduy adalah masyarakat yang terisolir. Ternyata hal itu adalah persepsi yang salah bahkan teramat salah. Masyarakat Baduy adalah suatu komunitas masyarakat yang dalam kesehariannya banyak falsafah hidup yang dapat kita temukan dari setiap gerak dan langkahnya, prilakunya yang jelas dan tegas tidak pernah mengakui barang yang bukan miliknya. Pada masyarakat Baduy Dalam tidak kita temukan hak milik, yang ada hanyalah hak guna pakai saja, atau dengan kata lain bahwa masyarakat Baduy Dalam tidak pernah mengakui alam di mana mereka tinggal sebagai miliknya, pegunungan dengan bukit-bukit yang indah dipandang, asri tidak tercemari oleh polusi udara, air atau polusi suara semua itu adalah hak bersama, diolah bersama, dikelola bersama, dinikmati bersama, kalau begitu apa yang menjadi hak milik pribadi ?. Pada masyarakat Baduy dalam tidak ditemukan hak milik pribadi, berbeda dengan masyarakat Baduy Luar, masyarakat Baduy Luar sudah ada pengakuan terhadap hak milik.. Berbeda sekali dengan masyarakat pada umumnya, yang menamakan dirinya sebagai masyarakat modern, sebagai pengelola dan sekaligus juga sebagai perusak.
Masyarakat Baduy adalah suatu komunitas masyarakat yang mengisolir diri, jadi bukan masyarakat yang terisolir, apalagi primitif. Keberadaan masyarakat Baduy sudah ada sejak zaman dahulu kala bahkan menurut kepercayaan masyarakat Baduy, bahwa Nabi Adam A.S. pertama kali menginjakan kakinya ke dunia ketika di usir oleh Allah SWT, karena kesalahannya, adalah di Baduy di Desa Kanekes, oleh karena itu masyarakat Baduy menganut Agama Islam Sunda Wiwitan atau Islam yang pertama, yang dibawa oleh Nabi Adam, A.S. Oleh sebab itu ketika kita bertanya apakah orang baduy melakukan ibadah Sholat seperti umat Islam pada umumnya, jawaban mereka singkat “ … kami mah teu bagian parentah sholat…”. ( kami tidak dapat perintah menjalankan Sholat). Apabila masyarakat Baduy seperti kita penganut Agama Islam pada umumnya, maka mereka adalah masyarakat yang taat dan patuh pada aturan, buktinya aturan-aturan kepemimpinan, begitu dijunjung tinggi, apapun yang di amanatkan Puun ( pemimpin tetinggi masyarakat Baduy ) selalu ditaati dan dihormati, tidak ada kata untuk melanggar apa yang telah menjadi hasil kesepakatan 3 orang Puun dan Jaro 12 ( Jaro = Kepala Desa) maka semua itu pamali untuk dilanggar.
2. Sisi Lain Masyarakat Baduy

gazeboAda suatu keunikan yang dimiliki oleh masyarakat Baduy, terutama masyarakat Baduy Dalam, apabila mereka bepergian jauh maka pantang bagi mereka untuk naik kendaraan, apakah mereka tidak punya uang ?, jangan salah orang Baduy sudah melakukan jual beli sejak lama, mereka tidak lagi barter sebagaimana yang sering ditanyakan seorang siswa pada gurunya. Orang baduy pantang culangung, setiap kali mereka berjalan selalu beriringan dan selalu yang lebih tua atau yang dituakan di depan, apa falsafahnya, disamping sebagai penghormatan dan ketaatan terhadap aturan, maka seandainya ada sesuatu terjadi pada rombongan atau iring-iringan tersebut maka yang menjadi tameng adalah orang yang berada depan, sedang yang di belakang dapat segera bersiap-siap, itulah suatu wujud tanggung jawab seorang pemimpin sejati yang tidak pernah mau mengorbankan anak buahnya, bagaimana dengan pemimpin kita ?, biarkan rakyat sengsara atau menderita yang penting pemimpin tidak, biarkan rakyat mati di medan pertempuran lebih dahulu yang penting pemimpinnya tidak.

3. Baduy Luar dan Baduy Dalam

Sekelumit cerita dan fakta tersebut di atas merupakan bukti nyata yang dilakukan oleh masyarakat Baduy Dalam. Kalau begitu bagaimana dengan masyarakat Baduy Luar ?.
Istilah Baduy Luar dan Baduy Dalam telah ada sejak zaman dahulu kala, siapa orang Baduy dalam itu ?, mereka adalah komunitas masyarakat yang betul-betul tidak memperdulikan kehidupan modern, mereka orang-orang bersih yang sangat taat pada aturan, taat pada pemimpin, hormat, jujur, jalannya selalu lurus, bersih hatinya, tidak kenal menyerah, penunggu yang sangat setia, tidak merusak, menggunakan apa yang disediakan alam, tidak berlebihan, jernih fikirannya, mungkinkah mereka itu sufi-sufi utusan Tuhan yang sedang menunggu waktu kejayaan negara ini. Apabila Orang Baduy sudah memakai SAPATTU ini kata kiasan hidup ( bukan Sepatu ), apabila orang Baduy sudah sapat waktu ( habis waktu) dalam penantiannya di Kanekes, apa gerangan yang bakal terjadi ?.

Keberadaan Orang Baduy Dalam di Kanekes tidak pernah tergiur oleh indahnya kehidupan modern, meraka sangat sederhana dan sangat bersahaja tidak tergiur dengan kehidupan duniawi, oleh karena itu mereka selalu berada di dalam, di Kanekes. Sesekali mereka ke luar untuk melihat kenyataan yang dapat mereka rekam dengan ingatannya, Orang Baduy memiliki ingatan yang sangat kuat.

Kehidupan masyarakat Baduy Dalam di Kanekes di kelilingi pegunungan dan bukit-bukit, bila kita ingin melihat bagaimana kehidupan mereka dari dekat, maka kita harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 3 – 4 jam kurang lebih 15 KM , orang Baduy menempuh perjalanan tersebut sekitar 1 jam, paling lama satu setengah jam.

Jangan bermimpi bisa naik ojeg untuk pergi kesana ( ke baduy dalam ), jangankan ojeg binatang kaki empat saja tidak ada, kecuali anjing. Bagaimana mereka tahu perkembangan dunia luar, minum, mengambil air masih menggunakan batang bambu, makan memakai piring kaleng, mandi tidak boleh memakai sabun, keramas tidak memakai shampo,apalagi Cream Bath, sikat gigi tidak memakai odol, radio tidak ada, apalagi TV, dari mana mereka tahu tentang dunia luar ?, jangan heran bila mereka mengetahui dunia luar dan kejadiannya lebih dahulu, dari mana mereka tahu ?, mata batin mereka lebih tajam dari pada pedang, sekalipun pedang Katana dari Jepang.

Masyarakat Baduy Luar adalah sebagai penjaga pintu dari berbagai arah, karena masyarakat baduy luar terdiri dari 50 perkampungan, sedangakan Baduy Dalam hanya tiga perkampungan yakni : Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik yang masing-masing dipimpin oleh Puun Sahadi, Puun Kiteu, dan Puun Kiasih mereka adalah pemimpin tertinggi masyarakat baduy.

Masyarakat Baduy Luar selalu taat dan tertib menjaga masyarakat Baduy Dalam, karena setiap kali pengunjung yang resmi maupun tidak, bila ingin masuk ke Baduy Dalam harus mendapat izin dari seorang Jaro yakni Jaro Dainah, karena beliau adalah seorang Jaro Pamarentah yang berfungsi ganda dan sekaligus mediator antara masyarakat baduy dengan masyarakat luar, juga sebagai mediator antara masyarakat Baduy dengan unsur pemerintah.

Ada keleluasaan yang diperoleh masyarakat Baduy Luar, mereka boleh naik kendaraan, pake sabun, Odol, piring, gelas, teko (ceret), pakaian sudah agak sedikit modern, perhiasan, dan lain-lain layaknya dipergunakan oleh masyarakat umum, akan tetapi mereka tetap bersahaja dengan aturan adat baduy, hanya dengan kata pamali saja mereka tidak berani melakukan kegiatan yang dilarang tersebut. Itulah suatu wujud ketaatan masyarakat Baduy terhadap aturan yang di buat secara bersama-sama dan turun temurun, sekalipun tidak tertulis, tetapi kekuatan hukumnya lebih ampuh dari pada hukum tertulis yang diterapkan oleh negara tercinta ini, di adat baduy, orang yang mendapatkan sangsi karena kesalahannya melanggar adat misalnya, maka dia akan di kurung selama 41 hari, setelah itu ditanya oleh Puun apakah masih ingin tetap di Baduy atau ingin ke luar dari Baduy, tidak ada paksaan dalam menentukan pilihan tersebut, itulah suatu bentuk pertanyaan Kharismatik dari seorang pemimpin tertinggi dalam suatu komunitas masyarakat Baduy.
Bila masih ingin tetap di Baduy maka tidak boleh melakukan perbuatan tersebut, tetapi bila ingin keluar dari Baduy pun tidak ada yang menghalanginya,

4. Kepemimpinan di Baduy

Sering kita membaca di surat kabar atau menyaksikan di layar televisi, bahwa terjadi demonstrasi menuntut diturunkannya pemimpin yang baru saja terpilih, baik Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota bahkan Kepala Desa, hal itu dilakukan karena ketidak puasan dari masyarakatnya, atau karena dalam proses pemilihannya dilakukan dengan berbagai cara, walaupun cara yang dilakukan melanggar aturan, yang pada akhirnya mereka melakukan demonstrasi menuntut diturunkannya pemimpin yang beru terpilh tersebut.

Berbeda dengan masyarakat Baduy, yang jelas-jelas dilarang bersekolah pada sekolah formal, namun dalam proses pemelihan hingga terpilihnya pemimpin mereka tidak pernah orang Baduy melakukan demonstrasi karena ketidakpuasan atas pemimpin terpilih, karena orang Baduy terutama para tokoh kepuunan sudah mempersiapkan calon-calon berikutnya yang siap memimpin baduy pada era berikutnya. Orang Baduy mempersaiapkan pemimpinnya melalui proses ritual yang cukup panjang, selain itu pula para pemimpin baduy cukup selektif dalam memilih calon pemimpinnya yakni dengan cara memperhatikan garak gerik para calon pemimpin mereka dimasa datang, pengetahuannya, kejujurannya, kebersahajaannya, serta sifat-sifat terpuji lainnya. Apabila sudah tiba waktunya, maka calon tersebut siap dipilih jadi pemimpin.
Adapun pemimpin tertinggi pada masyarakat Baduy disebut Puun, yakni Puun Sahadi, Puun Kiteu dan Puun Kiasih, setelah Puun pemimpin berikutnya adalah Jaro, Jaro terbagi atas dua yakni Jaro Adat dan Jaro Pamarentah, Jaro Adat ada 7 yang disebut dengan Jaro Tujuh, secara hierarki Jaro Adat Baduy dalam lebih tinggi kedudukannya dari pada Jaro Pamarentah dalam kepemimpinan adat. Sedangkan Jaro Pamarentah adalah Jaro yang dipilih oleh Puun dan para pemuka adat, baik Baduy dalam maupun Baduy Luar, adalah sebagai penghubung antara masyarakat Baduy dengan Pemerintah Daerah yang manyangkut masalah-masalah kependudukan, pemerintahan, adat istiadat dan kelestariannya, maupun hal lain yang menyangkut kepentingan pemerintah maupun kepentingan masyarakat Baduy.
Disamping Puun dan Jaro serta wakil Jaro, pada masyarakat Baduypun ada yang disebut penghulu yakni penghulu untuk menikahkan dan penghulu yang mengurus orang meninggal.

5. Sistem Manajemen yang handal

Sepuluh tahun yang lalu tepatnya tahun 1997, bangsa Indonesia khususnya dan umumnya negara-negara berkembang mengalami krisis moneter, dimana negara berkembang lainnya dapat dengan cepat keluar dari masalah krisis moneter, namun bagi bangsa Indonesia tidak mudah keluar dari krisis tersebut, bahkan sampai saat ini dampak tersebut masih terasa sampai saat ini, disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya banyaknya koruptor yang bercokol di Indonesia, jatuhnya nilai rupiah, banyaknya para pengusaha yang menukar rupiah dengan dollar serta masalah yang tak kalah pentingnya yakni menurunya kepercayaan terhadap pemimpin negara dan maraknya proses pemilihan pemimpin negara pada saat itu, yang dampaknya mempengaruhi kebijakan politik Indonesia, sosial ekonomi, kebudayaan, sehingga bangsa Indonesia begitu tetpuruk kehidupan sosial ekonominya.

Begitu berartikah krisis moneter bagi masyarakat Baduy? Jawabannya, tentu tidak.
Saat-saat bangsa ini mengalami keterpurukan namun orang Baduy, tidak, mengapa ?.
Orang Baduy memiliki sistem manajemen yang canggih, walaupun sangat sederhana, yaitu, bahwa Orang Baduy :
1. Hidup dari alam yang dikelolanya
2. Hidup dengan kesederhanaannya
3. Tidak mengenal hura-hura
4. Hidup apa adanya
5. Selalu menyisihkan hasil panen di leuit ( lumbung padi )

leuit - lumbung padiMungkin anda tidak percaya kalau di Baduy ada padi yang berusia ratusan tahun yang tersimpan dengan aman di leuit ( lumbung padi ), bila anda berkunjung ke Baduy anda akan menemukan puluhan leuit ( lumbung padi ) yang tertata dengan rapi disetiap pinggiran kampung, menurut informasi bahwa satu kepela keluarga memiliki satu leuit bahkan lebih, hal ini dilakukan secara turun temurun untuk mengantisipasi tyerjadinya paceklik, kemarau panjang, hama wereng atau penyakit padi lainnya. Oleh karena itu setiap kali panen masyarakat baduy selalu membagi hasil panennya menjadi 3 yaitu :
1. spertiga disimpan di leuit ( lumbung padi )
2. sepertiga dijual
3. dan spertiga dikonsumsi ( Untuk kebutuhan sehari-hari )
artinya bahwa orang Baduy memiliki perhitungan yang matang untuk menghadapi kehidupan dimasa datang dan semuanya sudah dimanaj sedmikian rupa walaupun dengan sistem manajemen sederhana, namun cukup handal, bahkan dapat ditiru oleh para pemimpin bangsa ini, kiranya Indonesia yang terkenal dengan hasil pertaniannya dapat memanaj hasil pertanian dengan manajemen modern untuk bekal dihari kemudian, jangan sampai bangsa ini selalu menangis karena kekureangan stok beras, bahkan harus mengimport beras dari negara lain, dimanakah letak nurani para pemimpin bangsa ini, kok kalah sistem manajemennya oleh masyarakat Baduy.

6. Contoh yang Teruji

Pepatah Baduy mengatakan : “ Lonjor teu meunang dipotong,pondok teu meunang di sambung”. Istilah ini sangat sederhana namun memiliki makna yang teramat dalam yakni bahwa masyarakat Baduy tidak pernah menambah-nambah sesuatu yang tidak ada di sana, namun juga tidak merusak tatanan yang ada, baik berupa kekayaan alam yang berupa hutan, sungai, kebun ( ladang ), termasuk binatang yang ada dan hidup disana. Dalam ketaatan terhadap aturan adat, mereka benar-benar memegang teguh karena setiap pelnggaran ada sangsinya walaupun sangsinya tidak tertulis, hanya dengan istilah pamali saja masyarakat Baduy sudah tabu. Kejujurannya dapat di uji, jarang berbicara, apalagi tidak perlu, bila ditanya menjawab cukup apa adanya. Orangnya konsekwen dan dapat dipercaya, hormat terhadap orang lain, rendah hati, blak-blakan orangnya, pekerja keras, santun dan juga menghargai serta menghormati orang lain yang tidak dikenalnya, apalagi dengan orang-orang yang sudah dikenalnya, pendek kata bahwa orang Baduy dapat dijadikan contoh teladan oleh masyarakat luas karena sifat-sifatnya.
Berbeda dengan masyarakat luas pada umumnya yang kehidupannya sangat glamour, selalu merasa tidak puas, merusak, serakah, tidak menghargai orang lain serta selalu mersa paling pintar, berbicara atas nama rakyat, kenyataannya untuk kepentingan pribadi dan golongannya.

7. Kesimpulan

Banyak hal yang patut kita contoh dari kehidupan masyarakat Baduy, misalnya jujur, konsekwen, taat, penjaga alam bukan perusak alam, rendah hati, kepolosannya, dan manajer yang handal, serta pemimpin yang bertanggung jawab.

26 Responses to Perjalanan ke tanah leluhur – Badui

  1. Safrudin mengatakan:

    indahnya perjalanan menuju baduy

  2. Sofwat El Maki mengatakan:

    sebagai seseorang yang paling tidak sudah merasakan atmophere teantang habit dan kulltur Baduy itu sendiri malalui study tour. kira-kira, untuk kedapannya mungkin tidak baduy ini menjadi sebuah “heritage” yang difungsikan untuk periwisata. dan kalo jawabannya iya, jenis pariwisata apa yang kira-kira bisa sustainable ??? (jelas bukan jenis wisatawan geze, “yang datang mengambil photo langsung pergi”)
    saya seorang mahasiswa arsitektur, rencananya saya akan mengambil skripsi dengan emphasis pariwisata di Baduy.
    terimaksasih banyak sesudahnya

    sebenarnya saat ini pun kawasan Baduy merupakan sebuah “heritage” yang khas. sebagai satu komunitas yang masih eksis dengan adat istiadatnya, mereka banyak dikunjungi oleh wisatawan (domestik maupun luar) walau hanya sekedar jalan dan jepret. untuk dikembangkan sebagai sebuah kawasan wisata yang tepat mungkin adalah wisata budaya dan alamnya (karena untuk menjangkau masyarakat baduy dalam melewati bukit nan indah). tapi yang jelas perlu kerjasama dengan semua pihak, karena orang Baduy sangat taat dengan adat-istiadatnya.

  3. wansa mengatakan:

    pagi, aku cukup sneng dengan tulisannya, tapi masih ada beberapa penulisan yang sepertinya keliru, (untuk atau pernah kita tonton di media cetak) karena dalam amna yang saya ketahui media cetak itu adalah koran dan sebaginya itu, sedangkan yang kita tonton itu adalah meida elektornik seperti TV, mohon maaf kalau saya keliru

    ma kasih sudah mampir, iya banyak kesalahan penulisan. maklum pemula. terima kasih atas koreksinya (sudah dibetulkan)

  4. fazrie societi 2 mengatakan:

    14 KM jalan kaki…………… keren abizzzzz…..
    kenangan yang ga akan saya lupakan……. tahun bsok saya ikut lagi boleh ga Pak……. kali,gazebo,jembatan,ga ada listrik, slamanya ta kan terlupakan
    yang ga punya cewe dapet cewe…… cowo yang ga laku jadi laku keraz…

    …. tapi foto tahun ini mane…..
    foto saya jaNGAN LUPA DI TARUHHH……
    wassalam….

  5. yoga mengatakan:

    walu’pun saya asli orang lebak sana,tapi tidak pernah sekali’pun berkunjung ke daerah baduy,semoga suatu saat saya bisa berkunjung langsung ke sana,amien…

  6. mohammad zen mengatakan:

    saya baru berkunjung ke baduy 2 hari lalu (28-29 Nop). satu hal yang tidak kami dapatkan jawabanya adalah, bagaimana mereka melakukan transformasi pengetahuan antar generasi? padahal mereka tidak punya tradisi literasi? Ayah Mursid (yang fotonya ada di awal tulisan di atas) begitu piawai berkomunikasi, tutur katanya tertata baik, logikanya jalan, dan menguasai informasi yang terjadi di dunia luar. bagaimana ini bisa diwariskan pada generasi baduy selanjutnya, media apa yang dipakai?…

    Zen
    Mereka tidak menutup diri dengan dunia luar selama itu tidak bertentangan dengan adat-istiadat. tidak ada metode khusus yang terjadi tetapi dengan sendirinya, secara alamiah. dan proses interaksi dengan dunia luar membuat mereka juga sedikit banyak telah mempengaruhi mereka. bayangkan saja, berapa banyak kunjungan yang terjadi selama ini. terutama bagi Baduy luar, sebagai contoh Kang Narji (mudah-mudahan mas kenal) – beliau ini selalu menjadi guide dalam setiap kegiatan atau kunjungan.

  7. S. Bagyo mengatakan:

    kejujuran dan kepolosan suku Baduy menyebabkan kami para fotografer tidak tega mengambil foto (secara sembunyi2) di area terlarang Baduy Dalam meskipun hal itu dapat kami lakukan (denda Rp 5jt pasti dapat kami bayar he he he)… karena mereka juga begitu bertanggung jawab memandu perjalanan kami sejauh 14 km yg akhirnya ditempuh selama 6 jam.
    Menginap di baduy Dalam betul2 merupakan pengalaman berkesan tentang bagaimana kerja sama suami istri Baduy dalam menjamu tamu2 nya
    Semoga masyarakat ini tetap diberikan kekuatan bertahan dari gempuran modernisasi — amin

    Mas, sebenarnya kita sudah lama bekerja sama dengan mereka dalam bentuk observasi siswa. bahkan, kemaren pas lebaran idul adha, ada 4 orang datang ke sekolah kami sembari membawa barang dagangan mereka. foto yang sempat terekam ada di artikel lain pada blog ini.

  8. andi setiawan mengatakan:

    ass…
    k2 tolong dong kapan-kapan ajak saya ke baduy saya ingin sekali ke baduy tolong ya k.
    kalau k2 mau ke baduy ajak saya please
    kalau ya rumah saya di jl.ciledug raya gg.h.yamin rt.003 rw.001 no.86 petukangan-utara
    jakarta-selatan kodepos:12260

    insya Allah kalo akan ke sana lagi akan dikabarin. serius nih tertarik dengan budaya masayarkat Baduy.

  9. luqman wibowo mengatakan:

    mo ke baduy?? yuk, saya orang sana kok.

  10. syamsul hadi mengatakan:

    >>baduy nan indah,…
    perjalanan,perkenalan dan mengenal orang baduy luar_dalam adalah napak tilas perjalanan melihat peradatan pada masa lalu yang sudah hilang di telan modernsasi.salut untuk pemprov yang masih menjaga hukum dan adat suku baduy smoga kesemua aspek yang mendukung tetap menjaga dan terjaga,…..
    dan apakah baduy sudah dapat dikunjungi lagi?

    salam
    lestari

  11. M.BADRI MAULANA YUSUF mengatakan:

    BADUY LOBA KOYOKNA EUY

  12. carita mengatakan:

    baduy…oh…baduy
    semoga keberadaanmu tak tergilas oleh kemajuan jaman

  13. heroine mengatakan:

    aku lagi ada kerjaan sekolah mengenai badui.di informasi tertulis bahwa tidak ada sekolah formal. bagaimana anak anak mereka bisa terdidik dengan pengetahuan alam dan sejarah? mohon pendapat

  14. sekar n inge mengatakan:

    subhanaLLah . . . . it’s amazing bo . . .!!!

    byar pegel2 tapi ajib beUd pemandangan’a
    kehidupan masyarakatnya n semuanya ngebayar rasa pegel kita dah . . . .

  15. Abang sampit mengatakan:

    Baduy merupakan simbol adat yg terbaik, d indonesia. Waktu kami mengadakan riset 5 org kami tersesat saya pernah merasakan pertolongan mereka yg tanpa pamrih.terima kasih khususx utk uwa kodri dan keluargax serta semua penduduk d kampung baduy.

  16. Noor Jamil mengatakan:

    Assalamu’alaikum.
    Membaca tulisan tentang Bsduy… rasanya seperti
    terbang ke masa silam.
    Salut buat masyarakat Baduy, salut juga buat penulis.

  17. kustiawan mengatakan:

    saya pernah mengunjungi ke baduy dlm 2 tahun berturut-turut th 2008 dan 2009 pada bulan yng sama bulan nopember,saya heran kenapa bisa mengambil poto orang baduy dlm, sedangkan saya pribadi tidak bisa, giama caranya

  18. felicity mengatakan:

    Hai,

    saya sedang mencari data untuk penulisan tentang suku Baduy di blog saya. Untuk itu saya ingin meminta ijin untuk meng copy gambar anda https://hlasrinkosgorobogor.files.wordpress.com/2007/11/jaro-kp-badui.jpg dan di posting di blog saya, http://www.indonesia-tourism.com/blog

    link dari gambar tersebut akan terhubung ke blog anda

    Terimakasih

    silahkan saja selama itu bermanfaat dan tidak merugikan pihak lain….

    Felicity

  19. ibarruri mengatakan:

    Mau nanya, wartawan asing free lance, di bidang audiovisua, ingin merekam (bikin tayangan untuk TV)tentang Badui Dalam, boleh gak? Trimakasih.
    menurut yang saya ketahui selama 7 kali ke badui dalam, mereka gak bisa menerima warga asing utk masuk ke badui dalam…tapi kalo meliput orang badui dalam pada saat mereka berada di kawasan badui luar sepertinya tidak menjadi masalah. tapi sebaiknya ijin aja ke jaro Dainah biar jelas…ma kasih

  20. tuty mengatakan:

    hai kang apa kabar kang sehat2di sana kang kapan2kapan saya mau main ke banten kang saya kangen ama banten kang insya allah saya mau main ke banten ama mamah ama mayang kangen ama banten kang artunuhun ya kang saya sedang main di warnet kang saya udah besar kang saya bisa main ama teman2teman kang

  21. tuty mengatakan:

    meny misan euy

  22. doudi mengatakan:

    assalamualaikum..
    salam untuk semua masyarakat baduy,
    stlah saya baca,teu nyangka disangka saya yang udah hampir di Pdg,aja (lab_one)tecan pernah ka Baduy,… cerita 2x sllu saya dengar ttg baduy,indahx smoga saja baduy,slalu damai.
    amie,…

  23. ajie mengatakan:

    Baduy merupakan contoh kehidupan masa silam msyarakat negara kita,kini negara kita konsep kehidupannya ibarat kapal tanpa nakhoda,

  24. luthfi ahmad................................................................................................................................................................. mengatakan:

    BADUY MEMANG AJIB
    kakang mas prabu kenapa gak di tulis tentang kisah kemampuan supranatural orng baduy? katanya dahsyat abis, tul ga? apa takut d kirain nyombong

  25. Ping-balik: perjalanan-ke-tanah-leluhur-badui « Yayang Setiawan

  26. Endah mengatakan:

    Tidak melanggar pantangan dan larangan seperti melakukan pemotretan secara sembunyi-sembunyi di daerah terlarang di seluruh wilayah Baduy Dalam adalah bentuk nyata rasa respek kita terhadap masyarakat Baduy. Melanggar apa yg tidak diperbolehkan di Baduy Dalam adalah bentuk nyata dari sikap “menusuk dari belakang” yg telah menjadi penyakit masyarakat modern.
    Membiarkan bungkusan makanan dari plastik sekalipun bungkus permen atau puntung rokok juga adalah bentuk “perusakan” lingkungan Baduy.
    Orang demikian perlu duduk kembali di bangku SD dan diajarin oleh guru yg menguasai ilmu pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: