Mengembalikan Hidden Files

Saya ingin berbagi cara yang biasa digunakan untuk mengembalikan file/folder pada flashdisk/harddisk yang di hidden oleh virus. Caranya gampang dan tidak memerlukan antivirus. Berikut ini adalah caranya :
Masuk ke tampilan window explorer, kemudian menu Tools*folder options*view (perhatikan tampilan gambar)
Pada bagian subfolder Hidden files and folders pilih Show Hidden files and folders kemudian hilangkan tanda checklist (centang) pada pilihan Hide protected operating system files (Recommended) kemudian klik YES kemudian klik Apply dan OK. Folder dan file akan tampil tapi dalam bentuk tersamar (belum selesai).
Kemudian anda membutuhkan software ACDSee 5.0 (yang biasa saya gunakan)
 Jalankan program tersebut, setelah ACDSee ditampilkan
 Klik icon NavPane (panah ke bawah) dan pilih Search
 Hilangkan tanda checklist pada bagian images only  (bagian search for files named)
 Pada bagian Look-in pilih drive yang akan diproses
 Kemudian klik Tools*Options*user interface*File List  berikan tanda checklist pada Show Hidden Items dan OK
 Klik tombol Start (file-file pada flashdisk akan  ditampilkan tapi masih agak samar)
 Klik kanan file/folder yang agak tersamar kemudian pilih  Properties*File
 Hilangkan tanda checklist pada bagian Hidden lalu klik  OK
 Alhamdulillah, file/folder yang tersembunyi semua akan  kembali normal

Iklan

Gaya Belajar Efektif

Setiap orang pasti mempunyai cara atau gaya belajar yang berbeda-beda. Banyak gaya  yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Nah, artikel berikut menjelaskan tujuh  gaya belajar yang mungkin beberapa diantaranya bisa di terapkan pada anak didik kita :
1. Belajar dengan kata-kata.
Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan  bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat  menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.
2. Belajar dengan pertanyaan.
Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau kesimpulan.
3. Belajar dengan gambar.
Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.
4. Belajar dengan musik.
Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimana lagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.
5. Belajar dengan bergerak.
Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.
6. Belajar dengan bersosialisasi.
Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.
7. Belajar dengan Kesendirian.
Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri.

Sumber : Depdiknas.go.id

Kepala Sekolah Baru

Seorang pria yang baru saja diangkat menjadi Kepala Sekolah menjalankan tugas pertamanya dengan mengelilingi gedung sekolah tempatnya bekerja. Pada saat dia sedang mengelilingi gedung di lantai dua, dia mendengar keributan yang luar biasa dari salah satu ruang kelas. Dia memasuki ruang kelas, dilihatnya seorang laki-laki yang paling tinggi di kelas itu. Si Kepala Sekolah mengetahui bahwa anak laki-laki itulah yang bersuara paling keras. Dia meraih tangan anak lelaki itu, membawanya ke halaman sekolah, dan berkata, “Berdiri di situ dan jangan beranjak sedetik pun sebelum kuperbolehkan kau pergi!”. Kebetulan hari itu adalah Sabtu. Siswa diperbolehkan mengenakan pakaian bebas. Kepala sekolah itu lalu kembali ke ruangan kelas yang ribut tadi, dan berkata, “Walaupun kelas kalian sedang kosong, usahakanlah untuk tetap tenang, jangan pelihara kebiasaan buruk seperti temanmu tadi, suka ribut dan berbicara dengan suara yang sangat keras.” Selama setengah jam Kepala Sekolah yang baru itu menceramahi seluruh isi kelas. “Nah, sekarang,” katanya, “Apakah ada pertanyaan?”
Tiba-tiba seorang murid perempuan berdiri dan berkata, “Pak, kapan guru kami tadi selesai dihukum?”

Guru Kreatif

Pak Asikin, seorang Guru SD yang kreatif namun pelupa, suatu saat mendongeng pada murid-muridnya. ” Anak-anak …. Di sebuah hutan di suatu masa ada pemuda yang suka berburu bernama Malin Kundang …” Seorang muridnya yang kritis, tahu kalau Pak Asikin keliru, sehingga ia menyela “Maaf, Pak … Pemburu itu “kan mestinya bernama ….”

“Sssttt …. Jangan memotong dulu … Kalau mau bertanya nanti saja …” sergah Pak Asikin. “Nah, saya teruskan ya … Suatu hari si Malin Kundang sedang berburu, dan di tengah hutan ada suatu telaga. Nah di tengah telaga itu dia melihat 7 bidadari sedang mandi …. Dia pun mengintip ke-7 bidadari itu dari balik sebuah pohon besar”

Sementara murid-muridnya mulai senyam-senyum, sadarlah Pak Asikin bahwa ia keliru. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide ….

“Namun kemudian salah seorang bidadari terkejut melihatnya dan berseru : Hei Malin Kundang, ngapain kamu di situ …. Seharusnya “kan Jaka Tarub yang ngintip kami di situ ….. ”

Belajar Efektif dengan Teori Steven Covey

Ingin sukses dalam belajar? Ingin mendapatkan suatu cara efektif untuk belajar dengan menyenangkan? Berikut ini adalah 7 (tujuh) langkah yang dapat kamu lakukan dan kembangkan sendiri yang diadaptasi dari buku Seven Habits of Highly Effective People karangan Steven Covey.

Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.

Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.

Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.

Kerjakan dulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.

Anggap dirimu berada dalam situasi “co-opetition” (bukan situasi “win-win” lagi).
“Co-opetition” merupakan gabungan dari kata “cooperation” (kerja sama) dan “competition” (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.

Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.

Cari solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.

Belajar Matematika

Pada suatu hari seorang Professor mengadakan riset di desa. Dalam
perjalanannya ia harus melintasi danau untuk sampai di tempat tujuan,
dalam perjalanan melintasi sungai ia bersama dengan seorang pemuda desa
yang membawa perahu.
Professor pun bertanya : hai nak sudah lama membawa perahu
Pemuda : Lumayan…….
Professor : pernah belajar fisika ?
Pemuda : tau tuh pak.
Professor : Berarti 20 % hidup anda sudah rapuh. kalo matematik????
Pemuda : Belum juga tuh…….V_V!
Professor : Bahaya hampir 80 % HIdup anda akan kacau.
Saat itu angin lumayan besar sehingga perahu oleng dan terbalik.
Pemuda bertanya: Prof, anda bisa berenang ?
Prof : Belum bisa…………!
Pemuda : wah berarti 99,99% hidup anda akan punah.

Tanpa Pengawas

Satu dari ada tes uji coba Ujian Nasional. Di satu kelas terdapat 23 murid dan 3 guru pengawas. Pagi-pagi Kepala Sekolah mencek kesiapan guru pengawas di satu kelas.

Kepsek: “Berapa jumlah keseluruhan siswa dan pengawas di kelas ini?”
Pengawas:” Dua puluh enam Pak, sudah termasuk guru pengawas”.
Kepsek:’Kalau murid saja, tanpa guru pengawas?’
Pengawas:” Wah, murid-murid bisa saling nyontek, Pak!.
Kepsek:???!!!