Pentas seni sma kosgoro bogor

Sebagai ajang untuk meningkatkan kreativitas siswa SMA Kosgoro Bogor mengadakan pentas seni yang bertema Kosgoro in Action. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kreativitas siswa, seperti yang dikemukakan oleh kepala SMA Kosgoro Bogor ibu Dra. Hj. Tjachny Maryam pada saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan ini. Acara pentas seni bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa-siswi SMA Kosgoro, khususnya kelas 11 IPA dan IPS. Adapun untuk pengembangan kreativitas selanjutnya, diharapkan tidak hanya kelas 11 saja tetapi juga harus melibatkan siswa kelas 10, lanjut kepa sekolah dalam sambutannya.
Acara pentas seni Kosgoro in Action dilaksanakan pada tanggal 29 mei 2008. Persiapan acara ini sendiri kurang lebih sekitar 4 bulan. Adapun sumber dana dari kegiatan ini berasal dari iuran siswa dari setiap kelas dengan menyisihkan uang jajan mereka. Jadi sumber dana murni berasal dari siswa. Pentas seni “Kosgoro in Action” dimeriahkan dengan acara teater, dance, vokal group, band, musikalisasi puisi dan perkusi. Adapun bintang tamu yang ikut meramaikan acara ini adalah “Z-Bumb” yang merupakan alumni SMA Kosgoro Bogor dan Confused Band. Suksesnya kegiatan ini tidak lepas dari bimbingan dan arahan bapak Asep Mulyana sebagai ketua pelaksana beserta panitia gabungan yang merupakan perwakilan dari masing-masing kelas 11 IPA & IPS. Kegiatan ini disponsori oleh Radar Bogor “Besar karena tersebar”, Primagama, Paparons Pizza, Muca Internet dan Bazz Burger.

Tari jaipong oleh Desy Dwinurjayanti 11 IPS 1

Kepsek, guru menikmati penampilan apik dari siswa

Musikalisasi puisi kelas 11 IPA 1 (Ndoe, Andita, MU, Arya)

Penampilan Band 11 IPA 1

Modern dance 11 IPA 5

Vokal group 11 IPA 5

Modern dance 11 IPA 2

Modern dance 11 IPS 1

Modern dance 11 IPS 4

penampilan peserta yang impresif membuat penonton tertawa

seru banget ya, sampai terkesima

Penampilan impresif perkusi 11 IPA 1

Kreasi perkusi 11 IPA 4

Teater “Perjalanan cinta si gadis desa” kelas 11 IPA 1

lanjutan teater 11 IPA 1

masih lanjutannye

Teater “Eksekusi” 11 IPA 2

Vokal group 11 IPA 1

Vokal group 11 IPA 1

Vokal group 11 IPA 4

Vokal group 11 IPS 2

Vokal group 11 IPS 4

Mawar merah untuk Kepsek dari 11 IPS 2

10 saran untuk memperbaiki metode ceramah

Ceramah adalah sebuah metode belajar yang paling disukai, tetapi apakah ini memiliki tempat pada lingkungan belajar yang aktif? Ceramah yang terlalu sering tidak akan efektif. Karenanya bangunlah daya tarik terlebih dahulu, memaksimalkan pengertian dan ingatan, libatkan siswa selama ceramah, dan beri penguatan pada apa yang telah disajikan

Membangun minat

  1. kemukakan cerita atau visual yang menarik. Sajikan anekdot, cerita fiksi, kartun atau grafik yang dapat memenuhi perhatian peserta didik terhadap apa yang anda kerjakan
  2. buatlah kasus masalah, kemukakan suatu masalah di sekitar ceramah yang anda sampaikan
  3. tes pertanyaan, berilah peserta didik sebuah pertanyaan, untuk mencari tahu apakah mereka sebelumnya telah memiliki sedikit pengetahuan tentangnya sehingga mereka akan termotivasi untuk mendengarkan ceramah anda

Memaksimalkan pemahaman dan ingatan

  1. headlines, beri poin-poin utama pada kata-kata kunci yang berfungsi sebagai sub hiding verbal atau alat bantu ingatan
  2. contoh dan analogi, kemukakan ilustrasi kehidupan nyata mengenai gagasan dalam ceramah dan jika mungkin buatlah perbandingan antara materi anda dan pengetahuan dengan pengalaman yang telah peserta didik alami
  3. alat bantu visual, gunakan flip-chart, transparansi, handout singkat dan demonstrasi yang membantu siswa melihat dan mendengarkan apa yang anda katakan

Melibatkan peserta didik selama ceramah

  1. tantangan spot, hentikan ceramah secara periodik dan tantanglah peserta didik untuk memberi contoh dari konsep yang disajikan untuk menjawab pertanyaan kuis spot
  2. latihan-latihan yang memperjelas, seluruh penyajian, selingi aktifitas-aktifitas singkat yang memperjelas poin-poin yang anda buat

Memberi daya penguat ceramah

  1. Aplikasi masalah, ajukan masalah atau pertanyaan pada peserta didik untuk diselesaikan dengan didasarkan pada informasi yang diberikan waktu ceramah
  2. review / mengulas siswa, perintahkan siswa untuk saling mengulas ceramah satu dengan yang lainnya, atau berilah mereka tes ulasan dengan menskor sendiri

Tea walk Gunung Mas

Dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional “bersama kita bisa” dinas pendidikan kota bogor menggelar acara tea walk di perkebunan teh gunung mas puncak bogor (sabtu, 24 Mei 2008).  kegiatan ini sendiri dibuka secara langsung oleh kepala dinas pendidikan kota bogor bapak H. Bambang Gunawan, M.Si dan dihadiri oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MAN.  kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 wib – 10.00 yang dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti door prize.  tapi saya dan teman-teman karena kecapean langsung pulang.  tapi kegiatan ini seru banget karena melintasi perkebunan teh dan segarnya udara pagi menambah suasana semakin bertambah seru.  selain tea walk, kegiatan ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi dengan rekan-rekan guru, ngerumpi, dan foto-foto.  Dan tampaknya kegiatan foto yang paling banyak mendominasi seperti foto yang ada berikut ini.

Anak yang cerdas dan anak yang lamban

Ciri anak yang cerdas
Ia mempunyai energi yang lebih besar, dorongan ingin tahunya lebih besar, sikap sosialnnya lebih baik, aktif, lebih mampu melakukan abstraksi, lebihcepat dan lebih jelas menghayati hubungan-hubungan. Bekerja atas dasar rencana dan inisiatif sendiri, suka menyelidiki sesuatu yang baru dan lebih luas, lebih mantap dengan tugas-tugas rutin yang sederhana, lebih cepat mempelajari proses-proses mekanis, tidak menyukai tugas-tugas yang belum dimengerti, tidak suka menggunakan cara hafalan dengan ingatan, percaya pada kemampuan diri sendiri, malas mempelajari hal-hal yang tidak menarik minatnya. Selain itu, ia dapat menempatkan dan mengatur bahan-bahan, menemukan dan merumuskan hubungan-hubungan dan kesimpulan-kesimpulan, membaca bahan-bahan yang lebih sulit. Ia dapat membantu anak-anak yang lebih rendah daripadanya untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin yang lebih mudah. Ia dapat diberi tugas yang luas dan masalah-masalah yang rumit. Anak ini dapat dilatih untuk mendiagnosis diri sendiri dan merencanakan perbaikan sendiri dengan bekerja.

Ciri anak yang lamban
Ia belajar dalam unit-unit yang lebih sempit, ia ingin kemajuannya sering diperiksa dan perlu banyak perbaikan, perbendaharaan katanya lebih terbatas, memerlukan banyak kata baru untuk memperjelas pengertian, sulit membuat kesimpulan-kesimpulan atau memahami pengertian-pengertian, kurang memiliki kemampuan kreatif dan abilitas merencanakan.
Ia lebih lambat menguasai keterampilan-keterampilan mekanis dan metodis, lebih mudah mengerjakan tugas-tugas rutin, tetapi sulit membaca dan melakukan abstraksi. Ia cepat mengambil keputusan, tetapi kurang kritis dan mudah puas dengan jawaban yang dangkal. Ia kurang senang dengan kemajuan orang lain. Anak-anak yang tidak punya pengalaman yang tidak menyenangkan pada waktu masuk sekolah, umumnya mudah marah, kurang percaya pada diri sendiri dan lebih berminat terhadap kehidupan di luar sekolah. Ia mudah terpengaruh oleh saran-saran orang lain. Kesulitannya dalam belajar bertumpuk-tumpuk. Ia mempunyai ruang minat yang sempit, cenderung kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat kompensasi, waktu belajarnya lamban, kurang mampu melihat hasil-hasil akhir perbuatannya.

Pijatan dulu ach

Jika terlalu banyak kerjaan yang belum terselesaikan mungkin sebaiknya anda melakukan seperti yang dibawah ini, agar badan kembali bugar.  setelah itu mungkin ada tambahan power untuk menyelesaikan tugas ato kerjaan yang masih menunggu.

Baca pos ini lebih lanjut

Belajar

Belajar pada hakekatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : bahan yang dipelajari, faktor instrumental, lingkungan dan kondisi individual si pelajar. Faktor-faktor tersebut diatur sedemikian rupa agar mempunyai pengaruh yang membantu tercapainya kompetensi secara optimal.

Proses belajar yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran merupakan proses yang kompleks dan senantiasa berlangsung dalam berbagai situasi dan kondisi. Percival dan Ellington menggambarkan model sistem pendidikan dalam proses belajar yang berbentuk kotak hitam. Masukan untuk sistem pendidikan atau sistem belajar terdiri dari orang, informasi dan sumber lainnya. Keluaran terdiri dari orang/siswa dengan penampilan yang lebih maju dari berbagai aspek, sedangkan diantara masukan dan keluaran terdapat “black box” yang berupa proses belajar atau pendidikan.

Pada dasarnya belajar merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Dengan belajar, maka pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, nilai, sikap, tingkah laku, dan semua perbuatan manusia terbentuk, disesuaikan dan dikembangkan. Dari berbagai pandangan para ahli yang mencoba memberikan defenisi belajar dapat diambil kesimpulan bahwa belajar selalu melibatkan tiga hal pokok yaitu adanya perubahan tingkah laku, sifat perubahannya relatif permanen serta perubahan tersebut disebabkan oleh interaksi dengan lingkungan, bukan oleh proses kedewasaan ataupun perubahan-perubahan kondisi fisik yang sifatnya sementara. Oleh karena itu, pada prinsipnya belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara siswa dengan sumber-sumber atau obyek belajar, baik yang secara sengaja dirancang (by design) maupun yang tidak secara sengaja dirancang, namun dimanfaatkan (by utilization). Proses belajar tidak hanya terjadi karena adanya interaksi antara siswa dengan guru. Hasil belajar yang maksimal dapat diperoleh lewat interaksi antara siswa dengan sumber-sumber belajar lainnya.

Perolehan belajar, disamping penguasaan materi pembelajaran itu sendiri, dapat juga berupa kemampuan lain. Dari pengalaman belajar yang dialami, seseorang dapat belajar bagaimana caranya belajar.
Aktivitas belajar sangat berkaitan dengan fungsi otak manusia. Sebagai organisme hidup, merupakan suatu organisasi biologik yang dalam ujud strukturalnya terjadi secara genetik. Menurut Vygotsky terdapat hubungan yang erat antara pengalaman sehari-hari dengan konsep keilmuan, tetapi ada perbedaan secara kualitatif antara berpikir kompleks dan berpikir konseptual. Berpikir kompleks didasarkan atas kategorisasi obyek berdasarkan suatu situasi, sedangkan berpikir konseptual berbasis pada pengertian yang lebih abstrak.

Peran Guru Sebagai Pengajar dan Pembimbing

Guru dewasa ini berkembang sesuai dengan fungsinya, membina untuk mencapai tujuan pendidikan. Lebih-lebih dalam sistem sekolah sekarang ini, masalah pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan tenaga pengajar perlu mendapat perhatian yang serius. Bagaimanapun baiknya kurikulum, administrasi, dan fasilitas perlengkapan, kalau tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas guru-gurunya tidak akan membawa hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, peningkatan mutu tenaga-tenaga pengajar untuk membina tenaga-tenaga guru yang profesional adalah unsur yang penting bagi pembaruan dunia pendidikan.

Guru sebagai pengajar
Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru di sekolah adalah memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah. Melalui bidang pendidikan, guru mempengaruhi aspek kehidupan, baik sosial, budaya maupun ekonomi. Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama yang bertugas sebagai pendidik. Guru memegang berbagai jenis peranan yang mau tidak mau harus dilaksanakannya sebagai guru.
Yang dimaksud sebagai peran adalah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Guru harus bertanggungjawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar mengajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain : guru harus mampu menciptakan situasi kondisi belajar yang sebaik-baiknya.

Guru sebagai pembimbing
Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat.
Dalam keseluruhan proses pendidikan guru merupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang berbagai jenis peran yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan atau tugas tertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu pula. Sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing, seorang guru harus :

  • Mengumpulkan data tentang siswa
  • Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari
  • Mengenal para siswa yang memerlukan bantuan khusus
  • Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa baik secara individu maupun secara kelompok untuk memperoleh saling pengertian tentang pendidikan anak
  • Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa
  • Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan baik
  • Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu
  • Bekerja sama dengan petugas bimbingan lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa
  • Menyusun program bimbingan sekolah bersama-sama dengan petugas bimbingan lainnya
  • Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Berdasarkan uraian di atas maka jelaslah bahwa peran guru baik sebagai pengajar maupun sebagai pembimbing pada hakekatnya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, kedua peran tersebut harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan sekaligus merupakan keterpaduan.
Buku : psikologi belajar dan mengajar