Opini : Ujian Nasional

Alhamdulillah, kata yang sangat pantas kita ucapkan bersama karena setelah begitu lama akhirnya rangkaian ujian nasional, ujian sekolah dan ujian praktek telah rampung.  karena memang ketiga aspek inilah yang menjadi penentu kelulusan seorang siswa, bukannya UN semata.  ada satu catatan yang perlu digaris bawahi bagi kita semua, terutama pemerintah. Apakah ujian nasional masih perlu ????.

setelah berdiskusi dengan beberapa teman kurikulum, kita sependapat bahwa ternyata UN menimbulkan begitu banyak mudharat.

pertama : pembodohan massal, karena selama ini siswa dituntut untuk lulus hanya dalam tenggat waktu tiga hari, padahal mereka sekolah selama 3 tahun.  masa, penentuan hanya 3 hari itu saja. singkatnya sekolah saja pada tahun ketiga dan persiapkan diri untuk un.  kemajuan pendidikan bangsa ini, tidak hanya diukur melalui ujian nasional.  masih banyak indikator lain.  kalo kita melihat ke belakang, lulusan jaman dulu bahkan lebih kompeten

kedua : manipulasi, wajar jika ini terjadi.  karena tentu tidak satu sekolahpun di tanah air tercinta ini menginginkan siswa gagal dalam ujian.  oleh karena itu, ditempuhlah cara yang bisa membantu siswa. terbukti dengan kejadian yang paling menghebohkan di Deli Serdang dan Makassar.  dan bukan tidak mungkin itu adalah sebagian yang kecil yang terekspos oleh media.  bahkan, ada yang lebih parah (mungkin). lagi sial mungkin teman-teman yang ada di Deli sana.

ketiga : pemborosan, mungkin ini yang menjadi latar dari semua.  pelaksanaan ujian nasional membutuhkan biaya yang sangat besar.  otmatis, pengadaan perangkat ujian banyak menggiurkan orang-orang yang tidak berpikir panjang sehingga masih melegalkan UN.  kenapa sih, pemerintah tidak berpikir realistis.

saran untuk pemerintah :

segera lakukan kaji ulang bahwa UN sudah tidak layak dijadikan sebagai penentu kelulusan, gunakan cara yang lain saja, atau tetap ada UN tapi bukan penentu kelulusan.  kalo masih ngeyel, kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan UN pasti akan kembali terulang.  jangan pintar menyalahkan tapi cari kenapa itu bisa terjadi.  apa sih yang melatarbelakangi kecurangan yang terjadi di Deli, Makassar, Garut dan mungkin hampir di seluruh wilayah Indonesia.  itu semua karena pemerintah tidak mau membuka mata dengan fakta yang ada.  apalagi kalo sampai benar-benar terjadi pemerintah akan menghukum guru-guru yang divonis bersalah dalam “kasus UN”.

mari bersama komunitas guru, kita gugat pemerintah untuk membuka mata dan pikiran tentang UN yang bermasalah.  satukan suara, majukan pendidikan Indonesia dengan cara yang benar.  bukan hanya sekedar menyalahkan.  bangkitlah Indonesia-ku

3 Responses to Opini : Ujian Nasional

  1. atmonadi mengatakan:

    kalau menurut saya sih kecurangan muncul karena guru dan murid sama2 kurang pede atau kurang siap untuk diuji. Jadi yang muncul slaah kaprah saja. Ada guru yang membetulkan hasil ujian si murid (dan anehnya ini ada di sekloahyang disebut favorit) dan ada murid yang nekat nyontek juga. Jadi kembali sebenarnya masalahnya mental yang sama-sama ambruk antara guru dan murid. Ibarat pepatah “murid kencing berlari guru kencing berdiri, keduanyha saling bela diri.”..lho betul gak ya pepatahnya

  2. A;IEN mengatakan:

    ya setuju di hapus aja, dari pada banyakin dosa

  3. Hari Waluyo mengatakan:

    UN jangan dihapus. Budayakan tidak hrs lulus 100%. Kepsek jg jgn diberi sanksi jk siswanya tdk lulus 100%, apalagi sampai dimutasi. Jgn dianggap prestasi jk lulus 100%. Budayakan jg bahwa kt tdk hrs sll berhasil, artinya sekolah itu jg bs tdk lulus. Budayakan kerja keras jk ingin lulus. Guru jgn diberi target hrs lulus 100%. Masy jgn diberi pendidikan semu yg boros dana dan jg waktu. Prestasi sekolah tdk dikaitkan dg kelulusan. kt hrs kerja keraaaas jk ingin sukses. Pendidikan hancur jk anak2 SD sj sdh pinter nyontek. Slmt berjuang demi pendidikan. Ini pendapat pribadi, tdk perlu dipolemikkan.

    saya juga berpikir seperti itu pa Hari, biarkan saja UN tetap ada tetapi jangan dijadikan sebagai syarat mutlak kelulusan, mungkin bisa seperti tahun 80-an. Biarkan saja sekolah yang menilai siswanya, toh kualitas angkatan yang lama malah lebih dari yang sekarang-sekarang ini. maju terus pendidikan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: