Anak yang cerdas dan anak yang lamban

Ciri anak yang cerdas
Ia mempunyai energi yang lebih besar, dorongan ingin tahunya lebih besar, sikap sosialnnya lebih baik, aktif, lebih mampu melakukan abstraksi, lebihcepat dan lebih jelas menghayati hubungan-hubungan. Bekerja atas dasar rencana dan inisiatif sendiri, suka menyelidiki sesuatu yang baru dan lebih luas, lebih mantap dengan tugas-tugas rutin yang sederhana, lebih cepat mempelajari proses-proses mekanis, tidak menyukai tugas-tugas yang belum dimengerti, tidak suka menggunakan cara hafalan dengan ingatan, percaya pada kemampuan diri sendiri, malas mempelajari hal-hal yang tidak menarik minatnya. Selain itu, ia dapat menempatkan dan mengatur bahan-bahan, menemukan dan merumuskan hubungan-hubungan dan kesimpulan-kesimpulan, membaca bahan-bahan yang lebih sulit. Ia dapat membantu anak-anak yang lebih rendah daripadanya untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin yang lebih mudah. Ia dapat diberi tugas yang luas dan masalah-masalah yang rumit. Anak ini dapat dilatih untuk mendiagnosis diri sendiri dan merencanakan perbaikan sendiri dengan bekerja.

Ciri anak yang lamban
Ia belajar dalam unit-unit yang lebih sempit, ia ingin kemajuannya sering diperiksa dan perlu banyak perbaikan, perbendaharaan katanya lebih terbatas, memerlukan banyak kata baru untuk memperjelas pengertian, sulit membuat kesimpulan-kesimpulan atau memahami pengertian-pengertian, kurang memiliki kemampuan kreatif dan abilitas merencanakan.
Ia lebih lambat menguasai keterampilan-keterampilan mekanis dan metodis, lebih mudah mengerjakan tugas-tugas rutin, tetapi sulit membaca dan melakukan abstraksi. Ia cepat mengambil keputusan, tetapi kurang kritis dan mudah puas dengan jawaban yang dangkal. Ia kurang senang dengan kemajuan orang lain. Anak-anak yang tidak punya pengalaman yang tidak menyenangkan pada waktu masuk sekolah, umumnya mudah marah, kurang percaya pada diri sendiri dan lebih berminat terhadap kehidupan di luar sekolah. Ia mudah terpengaruh oleh saran-saran orang lain. Kesulitannya dalam belajar bertumpuk-tumpuk. Ia mempunyai ruang minat yang sempit, cenderung kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat kompensasi, waktu belajarnya lamban, kurang mampu melihat hasil-hasil akhir perbuatannya.

2 Responses to Anak yang cerdas dan anak yang lamban

  1. joko supriyanto mengatakan:

    GOOD JoB….We e e aku gak tau klo dirimu dah nulis nulis di sini. ajari nho…KEPHIEK

  2. Laptop and Notebook mengatakan:

    sip infonya. menambah wawasan nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: