Hari menjadi panas

Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi Publik BMG, Kukuh Pribudiyanto, menjelaskan kondisi udara yang terasa gerah saat ini disebabkan karena sinar matahari tidak bisa dipantulkan kembali ke atas. Radiasi matahari itu tertahan oleh awan yang tidak sepenuhnya menutup permukaan bumi.

Saat sinar matahari masuk ke Bumi tanpa terhalang oleh tanaman atau awan, sinar tersebut akan dipantulkan kembali oleh Bumi. Jika permukaan Bumi sudah banyak tertutup aspal, sinar yang cenderung bersuhu panas itu akan lebih cepat dipantulkan. Saat memantul, sinar yang seharusnya kembali ke atmosfer, terhalang oleh awan sehingga sinar itu tertahan lalu kembali lagi ke Bumi. Jika kejadian itu terus berluang, ditambah lagi dengan kelembaban udara yang tinggi (80-85 persen), maka udara yang dihasilkan di sekitar akan terasa gerah. Apalagi jika angin tidak bertiup sama sekali. ”Itu yang namanya efek rumah kaca,” ujar Kukuh.

Kondisi cuaca yang cenderung berubah panas ini, kata Kukuh, karena posisi matahari tepat berada di atas Pulau Jawa pada 8-10 Oktober 2008. ”Kalau tidak ada yang menghalangi radiasinya akan sangat maksimal ke bumi,” jelas Kukuh.

Kukuh mengungkapkan, cuaca cenderung berubah menjadi panas, sudah terjadi sejak September 2008. Saat itu sudah ada beberapa daerah yang suhunya mencapai 35-36 derajat. Yaitu di sekitar Jatiwangi, Bima, Surabaya, dan Makassar.

Cuaca panas ini sebenarnya merupakan siklus alami dari pergerakan semu matahari. Pergerakan itu berbentuk elips dengan bumi di salah satu ujung (tidak berada ditengah-tengah). Pada sekitar bulan Maret, September, lalu Desember, posisi matahari sedang dekat-dekatnya dengan Bumi.

Hal yang menyebabkan panas yang menyengat saat ini, tutur Kukuh, lebih disebabkan karena permukaan sebuah daerah kurang tertutup oleh tanaman, sehingga radiasi matahari ke Bumi menjadi sangat maksimal. Pohon sangat  efektif untuk menyerap radiasi ultraviolet tersebut. Sinar matahari itu mereka gunakan sebagai bahan untuk berfotosintesis.

Kalau sudah demikian akankah kita menambah panasnya suhu bumi dengan kegiatan-kegiatan yang mendorong terjadinya pemanasan global ???

sumber : republika

Iklan

Tanggungjawab seorang siswa

Tanggungjawab mungkin bisa diartikan sebagai konsekuensi yang harus diterima atau dijalankan terhadap apa yang sudah dilakukan atau dijalani.  Kita sering mendengar kata “lepas tanggungjawab” artinya tidak mau mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan (lempar batu sembunyi tangan).  Ada tihal penting yang harus dipahami dan dijalankan oleh seorang siswa atau pelajar berkenaan dengan tanggungjawab.

1.  Tanggungjawab sebagai seorang pelajar/siswa

Setiap siswa harus menanamkan rasa tanggungjawab pada diri masing-masing.  tanggungjawab siswa sebagai pelajar adalah belajar dengan baik, mengerjakan tugas sekolah yang sudah diberikan kepadanya, disiplin dalam menjalani tata tertib sekolah.  Artinya setiap siswa wajib dan mutlak melaksanakan tanggungjawab tersebut tanpa terkecuali.  Tap kenyataannya banyak siswa yang merasa terbebani dengan kewajiban mereka sebagai pelajar.  siswa berangkat ke sekolah tidak lagi untuk tujuan belajar, akan tetapi dijadikan sebagai ajang untuk ketemu, kumpul dengan teman-teman, ngobrol dan lain sebagainya.  sementara tugas sejatinya untuk belajar dan menimba ilmu sudah bukan lagi menjadi pokok.  tapi ini realita dan potret siswa masa kini.  selalu menginginkan sesuatu tanpa bersusah payah.  menyerah sebelum berjuang, kalah sebelum bertanding.

2. Tanggungjawab sebagai seorang anak

Banyak siswa tidak menyadari atau menyadari tapi tidak mau melakukan penyadaran diri, bahwa orangtua tidak menginginkan banyak hal pada dirinya.  hanya satu yang diinginkan oleh orangtua yaitu anak saya bisa bersekolah, belajar dengan baik dan kelak lulus mempunyai kehidupan lebih baik dari orangtuanya.  sekali lagi, hanya itu wahai para siswa tercinta.  Tidak kah kita pernah membayangkan, bagaimana orangtua membanting tulang mencari biaya untuk kita bersekolah.  tidak pernah terbersit sedikit-pun dalam benak mereka agar kalian mengganti apa yang sudah diberikan.  Tidak kah pernah kita pikirkan, bagaimana orangtua kita memutar otak untuk kita, tapi apa balasan yang kita berikan.  semuanya kita balas dengan kemalasan dan kebohongan.  kita malas bersekolah, berbohong ke sekolah tapi tidak sampai.  sekali lagi inilah potret siswa masa kini (walaupun tidak semua)

3.  Tanggungjawab sebagai seorang hamba

Sudahkah kita menjalankan kewajiban kita sebagai orang yang beragama.  Banyak diantara kita yang mampu secara akademis, tercukupi dari segi materi tapi jiwanya kosong karena tidak tersentuh oleh nilai-nilai ibadah.  Untukmu para siswa, jalankan kewajiban sebagai umat, jangan banyak meminta tapi mengabaikan tugasmu sebagai seorang hamba.  Kita mendekatkan diri pada-Nya manakala kita berada pada kondisi terjepit dalam kehidupan.  Bayangkan betapa indahnya hidup kita seandainya ketiga tanggungjawab ini seiring sejalan atau saling terintegrasi.  Insya Allah akan terbentuk siswa-siswa yang cerdas akademik dan pribadi yang sholeh sehingga pada akhirnya akan lahir generasi penerus yang membanggakan.

Sholat Jumat Pertama

Hari jumat ini (17 Oktober 2008) merupakan hari jumat yang berbeda dari jumat sebelumnya terutama bagi civitas sma kosgoro kota bogor.  Betapa tidak, karena hari ini merupakan sholat jumat pertama yang dilakukan di sekolah ini.  setelah direncanakan sekian lama, akhirnya niat baik itu terlaksana juga.  walaupun tempat pelaksanaan sholat masih terbatas, Alhamdulillah para guru, karyawan dan siswa tetap memadati tempat yang disediakan oleh rohis sma kosgoro bogor.  Untuk merealisasikan niatan baik ini, maka setelah bel jam terakhir gerbang sekolah langsung ditutup dan diawasi langsung oleh beberapa orang guru.  tujuannya tidak lain adalah agar setiap siswa muslim dapat menjalankan sholat jumat di sekolah.  walaupun banyak keluhan dari beberapa orang siswa, tapi tidak mengurangi semangat jumat pertama di lingkungan sekolah tercinta ini. semoga jumat-jumat berikutnya sekolah ini tetap dapat melaksanakannya dan memberikan berkah dan kemajuan bagi semua warga sekolah.  Amiiin

Ayo kembali ke sekolah

 

Libur telah usai, libur telah, Liburan telah usai…..saatnya kembali ke sekolah, mengisi hari demi hari dengan kegiatan belajar.  Pada saat liburan sekolah, umumnya siswa tidak banyak bersentuhan dengan buku-buku pelajaran.  Apalagi liburan kali ini berkaitan dengan libur lebaran, yang sudah barang tentu waktu liburan banyak diisi dengan waktu bermain, berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga.

Menghadapi atau memasuki hari-hari awal masuk sekolah, sudah pasti siswa disibukkan dengan mempersiapkan diri menghadapi pelajaran selanjutnya.  Berikut ini ada beberapa tips yang siswa bisa ikuti agar “refresh” dalam mengikuti pelajaran di sekolah.

Pertama, sebelum liburan mungkin ada guru yang memberikan PR.  Segera kerjakan PR tersebut sehingga setelah masuk nanti, tugas kalian tidak akan bertumpuk.  Dan yang terpenting adalah kalian bisa mengingat kembali pelajaran tersebut.

Kedua, Iqra – baca kembali buku-buku pelajaran yang akan dipelajari di hari pertama masuk sekolah nanti (kalau bisa semua buku dibaca – bisa diatur) sehingga pada saat guru menjelaskan nanti kalian tidak dalam keadaan bingung.

Ketiga, persiapkan buku-buku pelajaran yang akan dibawa pada hari pertama nanti, jangan sampai lupa apalagi ketinggalan karena kaget dengan perubahan libur panjang dengan kegiatan belajar dan belajar.  semoga bermanfaat

Ayo kembali ke sekolah ….