kemunduran pendidikan dan bangsa

kenakalan-remajaPengamatan seorang pakar pendidikan bahwa para pelajar dan lulusan sekolah di setiap jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi ternyata mengalami peningkatan grafik jumlah anak-anak yang bermasalah ketimbang anak-anak yang berhasil.  tingkat kenakalan remaja yang semakin meningkat, mulai dari kekerasan fisik hingga kejahatan seksual.  masih segar dalam ingatan kita bagaimana kuatnya doktrin sebuah geng remaja putri di sebuah sekolah sehingga dengan berani mengintimidasi dan melakukan tindak kekerasan terhadap siswa di luar komunitas mereka, perilaku seks siswa yang tidak mengindahkan norma, tawuran antar pelajar karena gengsi semata.  Dan lebih parah lagi, fenomena ini juga terjadi di jenjang pendidikan tinggi, kita lihat bagaimana aksi mahasiswa “yang katanya komunitas intelektual” mengamuk dan memblokir jalan di Makassar, perusakan kampus yang dilakukan oleh oknum mahasiswa sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan di Ternate.  Beginikah cara kita menyelesaikan masalah, kenapa kita lebih mengedepankan emosi dari daripada diskusi, otot bukan otak.

Lebih lanjut pengamatan dari pakar tersebut menuliskan 10 butir tanda kemunduran bangsa, yang mungkin secara sadar atau tidak telah terjadi di lingkungan kita mengajar.

  1. meningkatnya perilaku kekerasan dan merusak dikalangan remaja dan pelajar (dari jenjang dasar – jenjang pendidikan tinggi)
  2. penggunaan kata atau bahasa yang tidak pantas (istilah kebun binatang, ejekan, makian, celaan, bahasa slank, dll)
  3. pengaruh teman jauh lebih kuat dari pada orangtua dan guru
  4. meningkatnya perilaku penyalahgunaan obat-obat terlarang dan seks bebas di kalangan pelajar dan remaja
  5. merosotnya perilaku moral dan meningkatnya egoisme pribadi/mementingkan diri sendiri
  6. menurunnya rasa bangga, cinta bangsa dan tanah air (lunturnya semangat patriotisme)
  7. rendahnya rasa hormat pada orang lain, orangtua dan guru
  8. meningkatnya perilaku merusak kepentingan publik
  9. ketidakjujuran yang menjadi sahabat
  10. berkembangnya rasa saling curiga, membenci dan memusuhi diantara sesama warga negara (SARA)

Diperlukan peran orangtua dan guru sehingga fenomena kemunduran tersebut bisa dieliminir sedikit demi sedikit.  orangtua tidak lagi menyalahkan pihak sekolah atau sebaliknya tetapi diperlukan sinergi dari keduanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: