Menumbuhkan minat baca

membaca1Persoalan membaca yang selalu mengemuka, terutama dikalangan pelajar kita, adalah bagaimana cara menimbulkan minat baca dan cara membaca yang baik. Dengan timbulnya minat baca yang tinggi dan di dorong dengan tersedianya bahan bacaan yang bagus dan murah, adalah gerbang pengetahuan yang dapat mengantarkan kepada kehidupan masyarakat yang mencerahkan. Seseorang dalam mencari pengetahuan dan makna hidup, bukan lagi menggantungkan diri kepada lembaga atau institusi pendidikan. Tetapi lebih dari itu, kehidupan yang dilalui dan realitas kehidupan yang dihadapinya merupakan pengalaman yang mengajarkan serta mampu mendewasakannya. Inilah yang dikatakan oleh para ahli pendidikan sekarang dengan belajar di “sekolah kehidupan”.

Jadi, membaca merupakan suatu hal yang sangat urgensi dalam memajukan setiap pribadi manusia. Karena hakikat membaca adalah perubahan mental. Jika tidak ada perubahan, baik cara pandang, sikap, atau perilaku, maka seseorang belumlah dapat dikatakan membaca. Dan, “dengan membaca kita mengetahui dunia dan dengan menulis kita mempengaruhinya”.  Bukankah sebagai seorang muslim, Wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi saw. adalah Iqra’ atau ‘membaca.

.اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”.

Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama membaca tersebut dilandasi bismirabbika (atas nama Allah), dalam arti bermanfaat untuk kemaslahatan sosial. Pengaitan ini merupakan syarat sehingga menuntut dari si pembaca bukan saja sekedar melakukan bacaan dengan ikhlas, tetapi juga antara lain mampu memilih bahan-bahan bacaan yang tidak menghantarnya kepada hal-hal yang bertentangan dengan ‘nama Allah’ itu.

iqra1Jika begitu kata Iqra’ berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah alam, bacalah tanda-tanda zaman, sejarah, diri sendiri baik yang tertulis maupun tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau.

Sungguh, perintah membaca merupakan sesuatu yang paling berharga yang pernah dan dapat diberikan kepada umat manusia. ‘Membaca’ dalam aneka maknanya adalah syarat pertama dalam pengembangan ilmu dan tekhnologi, serta syarat utama membangun peradaban.

“Where books are your good friends”

Menjadi guru favorit pilihan siswa

teacherGuru adalah profesi yang mempersiapkan sumber daya manusia untuk menyongsong pembangunan bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Guru dengan segala kemampuan yang dimilikinya dan daya upayanya mempersiapkan pembelajaran bagi peserta didiknya. Sehingga tidak salah jika guru sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa menjadi bangsa yang maju dimasa yang akan datang. Dapat dibayangkan jika guru tidak menempatkan fungsi sebagaimana mestinya, bangsa dan negara ini akan tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian waktu tidak terbendung lagi perkembangannya. Mungkin paradigma ini sedikit sudah bergeser, karena banyak guru hanya sebagai pengajar bukan sebagai pendidik. Padahal siswa sekarang sangat jauh berbeda dengan siswa periode 90-an ke bawah. Berdasarkan pembicaran dengan beberapa orang siswa, sebagian besar dari mereka mempunyai kriteria tertentu sebagai syarat menjadi guru favorit di mata siswa atau pun di mata (hanya) seorang siswa.

Siswa tidak memungkiri metode “PAKEMI = pembelajaran aktif kreatif efektif menyenangkan dan inovatif” merupakan metode yang sangat mengerti dan memahami kondisi siswa. bagaimana guru menyampaikan materi merupakan penilaian utama siswa, seorang guru mempunyai wawasan yang luas akan tergambar dengan cara bagaimana seorang guru menyampaikan pembelajaran di kelas.
fokus terhadap materi dan penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa. peduli terhadap siswa dan tidak pilih-memilih (diskriminatif), performance yang menarik serta bisa dijadikan partner dalam berdiskusi dan berkeluh kesah merupakan sekian banyak kriteria yang siswa sampaikan jika seorang guru ingin menjadi favorit di mata siswa.

Itulah apresiasi yang sering dilontarkan oleh siswa. Kita sebagai seorang guru, sudah-kah melakukan instropeksi terhadap cara kita mengajar di kelas. Sudah baik-kah menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampaikan, sudahkah kita memberi layanan kepada mereka. Jawabannya, tentu kembali kepada guru yang bersangkutan. mau melakukan perubahan atau terpaku pada metode konvensional yang diagungkan.

Segera sadari dan lakukan perubahan untuk merebut perhatian mereka, karena kemauan belajar akan tumbuh dengan sangat baik di lingkungan belajar yang kondusif. selain itu, seorang siswa membutuhkan figur / teladan dari seorang guru. Mampu-kah kita mewujudkannya ????