English course for teachers

english-for-teacher1

Bahasa inggris bukan merupakan bahasa kita, tetapi ketika tuntutan untuk menguasai bahasa internasional ini mutlak, maka tuntutan itupun harus dicapai, minimal tersusun rencana untuk bisa.  Bagi sekolah-sekolah yang termasuk ke dalam kategori rintisan SSN dan SBI, bahasa Inggris dijadikan sebagai bilingual dalam pembelajaran di kelas.  Sekolah dengan caranya masing-masing mempunyai program untuk mewujudkan hal tersebut.  Kursus untuk para guru diberikan, baik dengan cara bekerja sama dengan lembaga pendidikan atau meggunakan jasa guru bahasa Inggris di sekolah masing-masing.  SMA Kosgoro sebagai salah salah satu rintisan SSN merespon tuntutan tersebut dengan memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mengikuti kursus.  Selama ini pembelajaran sudah memasuki pertemuan ke-7.  Suasana belajar bahasa Inggris menyenangkan sekaligus menggelikan, karena selalu saja muncul istilah baru dari peserta.  Pronounciation yang tidak jelas bahkan samar merupakan warna kelas belajar bahasa Inggris.  tetapi satu hal yang saya acungkan jempol adalah semangat teman-teman untuk belajar dan memberikan perubahan pada diri masing-masing.   Secara bertahap, sudah terlihat perubahan dari teman-teman guru, keberanian untuk mulai menggunakan bahasa inggris pun sudah mulai.  Maju terus teman guru untuk meng-upgrade kemampuan menuju terwujudnya peningkatan mutu sekolah dan pendidikan, seperti yang dicanangkan pada hari ulang tahun PGRI ke-63 di Kota Bogor.

Persiapan menghadapi ulangan umum

cape-belajarUlangan umum semester ganjil sudah di depan mata.  Sudahkah siswa melakukan persiapan, seperti mencatat jadwal ulangan semester.  Sehingga paling tidak langkah awal persiapan sudah dilakukan, dengan begini siswa dapat menskedul jadwal belajar yang tentunya disesuaikan dengan jadwal ulangan.  Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi, karena momen ini kan hanya ulangan.  artinya sudah pernah didapatkan atau diujikan sebelumnya.  guru-guru pun sudah memberikan bekal yang banyak.  Lihat lagi ke belakang, ulangan harian yang diberikan oleh guru mata pelajaran, sudah tuntas atau belum, atau ulangan blok (gabungan dari beberapa KD) sudah terlampaui belum batas ketuntasan minimalnya.  Jika jawabannya ya, berarti siswa tidak perlu khawatir dengan soal-soal yang akan keluar di ulangan umum nanti.  tetapi kalau nilai siswa masih selalu berada batas minimal setelah mengikuti remedial teaching dan remedial test berarti siswa perlu belajar ekstra.  karena sebenarnya ulangan umum tidak ada kesempatan untuk melakukan remedial.

Berikut ini hal-hal yang siswa perlu persiapkan dan lakukan :

  1. Baca intisari dari semua pelajaran yang pernah dibuat sebelumnya
  2. Untuk pelajaran berhitung : perbanyak latihan soal (bisa dilakukan dengan kelompok jika tipe soalnya agak sulit dipahami).  Jika sudah paham tambah porsi latihan soal yang ada dibuku paket atau LKS.
  3. Untuk pelajaran hafalan : dibutuhkan kondisi yang tenang untuk tipe pelajaran ini.  bisa dilakukan di tengah malam atau subuh hari (tetapi jangan lupa tidur)
  4. Ganti kebiasaan belajar yang terbukti tidak memberikan perubahan dalam pencapaian nilai (lihat hasil mid semester lalu)
  5. Jika masih menemukan kesulitan dalam memahami pelajaran tertentu, segera minta bantuan teman atau guru (seharusnya ini dilakukan dalam kegiatan belajar sehari-hari, tidak hanya pada momen ulangan umum)
  6. Makan makanan yang bergizi dan tidur yang cukup
  7. Jangan lupa menjalankan kewajiban sholat dan berdoa
  8. Pada hari H, berangkat ke sekolah lebih awal sehingga tidak perlu tergesa-gesa, karena akan berakibat hilangnya konsentrasi
  9. Bacalah soal dengan tenang dan teliti
  10. Jangan pernah berharap bantuan dari orang lain, karena mungkin akan menjerumuskan (percaya dengan kemampuan sendiri).  dan hilangkan anggapan posisi menentukan prestasi, dan siapa sih yang mengawas.

Mudah-mudahan penjelasan ini dapat membantu siswa dalam merancang dan menyusun strategi belajar menghadapi ulangan umum yang sudah didepan mata.  semoga sukses…