Guru Profesional, bisa-kah …

Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru, salah satunya adalah dengan mengikuti sertifikasi melalui portofolio.  Setelah dua tahun sertifikasi dilakukan harapan akan menghasilkan guru-guru profesional bisa-kah terealisasi???.  Jawabannya kembali kepada guru yang telah melakukan dan menjalaninya.  Yang mengganjal dalam pikiran saya adalah apakah pemerintah sudah membuat perangkat untuk melakukan evaluasi terhadap guru-guru yang sudah dianggap profesional melalui sertifikasi.  Karena jika tidak, akan berakibat fatal.  Apakah hanya dengan mengikuti sertifikasi melalui portofolio seorang guru sudah dianggap lebih, padahal dalam kenyataannya ini berbanding terbalik.  Tentunya harapan pemerintah bukan hanya sekedar tuntas men-sertifikasi guru-guru tapi juga profesional dalam mengajar.  Oleh karena itu diperlukan evaluasi bagi yang sudah melakukan sertifikasi sehingga tanggung jawab sebagai guru profesional dapat dipertanggungjawabkan.  Tidak hanya sekedar mendapat tambahan kesejahteraan tapi juga profesional dalam melakukan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik.

2 Responses to Guru Profesional, bisa-kah …

  1. AL mengatakan:

    Pak, pada suatu hari saat penataran, ada seorang guru. Saat penataran itu dia dan beberapa orang duduk di belakang, merokok, dan ngobrol. sama sekali gak lihat ke depan.
    Protes sana-sini.
    males-malesan.
    guru yang jadi pembicara diam saja sebab tu guru udah SERTIFIKASI, jadi pembicara merasa di bawah guru itu.
    mana sikap profesionalnya kalo begitu…

  2. MASEDLOLUR mengatakan:

    setuju sekali materi yang Pak Herman sampaikan
    penilaian thd guru yang ber-sertifikat memang wajib dilaksanakan
    tapi, siapa asesor-nya?
    siswakah, teman sejawatkah, atasannyakah, atau para pemangku kepentingankah?
    atau semuanya itu?
    siapa takuuuttt!
    salam kenal, dan bolehkan tukar link?
    terimakasih
    Mengenai asesornya, agak repot juga yah, tapi kalo usul sebaiknya dari tim independen apakah itu dari perguruan tinggi. asesor oleh teman sejawat biasanya akan memunculkan subyektivitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: