Pelajar merokok…biasa

merokokSelasa, 3 Februari 2009 siang, karena tidak ada jam mengajar, saya mengajak teman untuk membeli sebuah LCD proyektor.  perjalanan kami diiringi oleh gerimis yang turun menyambut siang.  tapi gerimis tidak sedikitpun mengendorkan niat saya untuk melanjutkan perjalanan.  kami pun langsung ke tempat tujuan dan sepakat untuk membeli barang yang dimaksud. karena tujuan sudah tercapai, kami pun langsung pulang.  mungkin karena kelamaan keliling,  rasa haus datang menghampiri. akhirnya kami sepakat untuk mampir sebentar di sebuah cafe “sop buah” yang cukup terkenal di Bogor. ditengah nikmatnya menikmati sop buah, beberapa orang pelajar masuk dan memilih tempat duduk yang pas bagi kelompok mereka. sama dengan pengunjung lain, mereka juga minum dan makan. tapi ada yang berbeda dan yang membuat saya kaget ketika salah satu diantara mereka memesan sesuatu, saya hanya mendengar salah seorang dari mereka berkata “yang warna merah ya”. tapi pesanan yang ada adanya yang warna putih. gak apa-apa deh, yang penting ada.  sambil melirik ke arah mereka dan penasaran apa sih yang merah atau putih itu.  saya terkejut ketika melihat ternyata pesanan itu adalah sebungkus rokok, dan yang memesan itu adalah pelajar perempuan dari salah satu sekolah negeri. saya pun berbisik pada teman, saya kenal dengan seragam sekolah mereka karena warnanya yang khas.  yang mengherankan adalah mereka tidak malu dengan orang yang ada di sekitar.  sekedar informasi, tempat itu cukup rame, tapi mereka tetap cuek dan masa bodoh.  saya bertanya dalam hati apa mereka sudah tidak mempunyai rasa malu.  tidakkah mereka berpikir, bagaimana sedihnya perasaan orangtua jika mengetahui perbuatan mereka. berapa besar biaya yang sudah dikeluarkan bukan masalah untuk belajar, tapi dengan merokok, bukankah sebuah khianat terhadap amanah orangtua.  berpikirlah, wahai para pelajar.

2 Responses to Pelajar merokok…biasa

  1. M Shodiq Mustika mengatakan:

    kalau sampai merokok dilarang apa yang terjadi??

    maka para pengusaha rokok akan bangkrut karena produk tidak terjual. mungkin dihimbau terus menerus, terutama kalangan pelajar (wanita) agar tidak merokok

  2. Hedi yg galawz mengatakan:

    parah bnget tuch….
    klo co sich msh mending…..
    itw cewe…..
    klo ce nyemok ky jablay…..
    emg d pa ewok dha yg jual rokok?
    mungkin sebagai pengelola seharusnya om ewok memilih dalam memberikan pelayanan pada pelanggan. kalo pelajar cewek beli rokok seharusnya tidak dilayani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: