Meraih Kesuksesan dengan 7B

sukses1Harta, pangkat, dan jabatan yang sering kali dijadikan tolak ukur kesuksesan, dalam praktiknya kerap menjerumuskan orang pada kesesatan.

Semoga Allah Yang Mahaagung mengaruniakan kepada kita kehati-hatian atas kesuksesan. Sebab, orang yang diuji dengan kegagalan ternyata lebih mudah berhasil dibandingkan mereka yang diuji dengan kesuksesan.

Banyak orang yang tahan menghadapi kesulitan, tapi sedikit orang yang tidak tahan ketika menghadapi kemudahan. Ada orang yang bersabar ketika tidak mempunyai harta, tapi banyak orang yang tidak bisa mengendalikan diri saat dikaruniai harta yang melimpah. Ternyata, harta, pangkat, dan jabatan yang sering kali dijadikan tolak ukur kesuksesan, dalam praktiknya kerap menjerumuskan orang pada kesesatan.

Apa sebenarnya kesuksesan itu? Boleh jadi setiap orang memiliki pandangan berbeda mengenai kesuksesan. Namun secara sederhana, sukses bisa dikatakan sebagai keberhasilan akan tercapainya sesuatu yang telah ditargetkan. Dalam pandangan Islam, kesuksesan tidak sekadar aspek dunia belaka, tapi menyentuh pula aspek akhirat.

Kesuksesan, setidaknya mencakup lima hal. Pertama, kalau aktivitas yang kita lakukan menjadi suatu amal. Apalah artinya kita banyak berbuat kalau tidak bernilai amal. Kedua, bila nama kita semakin baik. Apalah artinya kita mendapatkan uang, mendapatkan harta atau kedudukan kalau nama kita coreng-moreng. Ketiga, kalau kita terus bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan. Apalah artinya jika harta bertambah, tetapi ilmu dan pahala tidak bertambah. Bila ini yang terjadi, kita hanya akan terjebak oleh harta yang kita miliki.

Keempat, kita disebut sukses kalau kita dapat menjalin silaturahmi dengan orang lain, sehingga bertambah saudara. Apalah artinya mendapatkan uang dan kedudukan, tetapi musuh kita bertambah banyak. Dengan terjalin silaturahmi, insya Allah akan semakin banyak orang yang mencintai kita. Bila orang sudah cinta, maka ia akan mengerahkan ilmunya untuk menambah ilmu kita, mencurahkan wawasannya untuk mengembangkan wawasan kita, serta memberikan tenaga dan hartanya untuk melindungi kita.

Kelima, kita disebut sukses bila pekerjaan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat yang besar kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya”. Semakin banyak menjadi jalan kesuksesan bagi orang lain, maka semakin sukseslah diri kita.

Pada hakikatnya kesuksesan itu milik setiap orang. Yang menjadi masalah, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan itu. Setidaknya ada tujuh formula yang dapat kita lakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Saya menyebutnya dengan 7B. Ketujuh teknik ini harus ada semuanya, jika salah satu tidak ada, maka belum bisa dikatakan sebuah kesuksesan.

B pertama, beribadah dengan benar. Ibadah adalah fondasi dari niat, fondasi dari track yang akan kita buat. Siapapun yang ingin membangun kesuksesan, ia harus memperbaiki ibadahnya. Perbaiki, terus perbaiki ibadah. Siapa yang akan membimbing kita jika ibadah kita buruk? Siapa yang akan melindungi kita dari ketergelinciran kalau ibadah kita tidak jalan? Bukankah Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang ibadahnya baik. Intinya, ibadah adalah fondasi yang akan membuat kita agar senantiasa terjaga dalam jalur yang tepat.

B kedua, berakhlak baik. Akhlak yang baik adalah bukti dari ibadah yang benar. Apapun yang kita lakukan, kalau dilandasi akhlak yang buruk niscaya akan berakhir dengan kehancuran. Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu? Merespons segala sesuatu dengan sikap yang terbaik.

B ketiga, belajar tiada henti. Karena itu, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah apakah kita menyukai belajar? Setiap hari masalah bertambah, kebutuhan bertambah, dan situasi berubah. Bagaimana mungkin kita menyikapi situasi yang terus berubah dengan ilmu yang tidak bertambah!

B keempat, bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas. Curahan keringat tak selalu identik dengan kesuksesan. Berpikir cerdas adalah merupakan bagian dari kerja keras. Pada prinsipnya, sebuah hasil yang maksimal akan diraih bila kita mampu mengaktualisasikan ibadah, akhlak, dan ilmu kita dalam pekerjaan yang berkualitas.

B kelima, bersahaja dalam hidup. Ini poin yang sangat penting. Banyak orang bekerja keras dan mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi dia tidak dapat mengendalikan dirinya. Bersahaja itu bukan miskin, bersahaja adalah menggunakan sesuatu sesuai keperluan. Dengan bersahaja kita akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tidak diperbudak keinginan.

B keenam, bantu sesama. Gemar membantu orang lain adalah tanda kesuksesan. Kita harus gigih agar kelebihan yang kita miliki dapat menjadi nilai tambah bagi sesama.

B ketujuh, bersihkan hati selalu. Bila hati kita berpenyakit, maka akan tumbuh rasa ujub, ria, sum’ah, takabur, dan lainnya. Kondisi ini akan membuat amal-amal kita tidak berarti; tidak indah lagi di dunia dan tidak berkah lagi untuk akhirat. Allah SWT berfirman, Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (QS. Asy-Syu’ara: 88-89).

Andaikata formula ini kita lakukan dengan baik, Insya Allah akan berdampak untuk kesuksesan diri, berdampak pada lingkungan, dan pada saat yang sama berdampak pula pada kesuksesan kita di akhirat.

KH Abdullah Gymnastiar/dokrep/Agustus 2004

Iklan

Minggu padat …

padatMinggu-minggu di bulan April adalah minggu padat. kenapa demikian, karena tepat tanggal 9 April besok pesta demokrasi terbesar di dunia akan digelar, pesta rakyat katanya atau pestanya parpol dengan caleg-calegnya.  pelajar kelas 12 yang termasuk pemilih pemula sudah bisa menggunakan hak suaranya – hak contrengnya-.  apapun itu, yang jelas ini adalah minggu padat, karena setelah itu long weekend, jalan jadi padat alias macet, bus-bus jadi padat alias penuh sesak karena banyak yang mudik, terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara juga jadi padat karena banyak yang pulang kampung mengisi long weekend.  Minggu berikutnya adalah minggu yang padat bagi pelajar sekolah menengah atas, pelajar akan bertarung dalam real final ujian nasional, sebuah pertaruhan kelulusan selama bersekolah tiga tahun.  setelah ujian nasional, ujian praktek menanti para pelajar, karena ujian praktek termasuk salah satu syarat kelulusan.  setelah ujian praktek, ujian sekolah sudah menanti karena juga merupakan syarat kelulusan selain ujian nasional dan ujian praktek. karena padatnya kegiatan selama beberapa minggu ke depan, diharapkan kepada siswa untuk menjaga kondisi fisik dan mental, sehingga harapan dan keinginan dapat tercapai.

semakin dekat…semakin resah

pencilIni bukan sebuah judul lagu apalagi puisi, tapi ini adalah ekspresi tentang bagaimana siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi perang sesungguhnya menghadapi ujian nasional.  semakin dekat bukannya semakin siap, tetapi semakin banyak waktu yang tidak termanfaatkan dengan baik.  semakin banyak waktu bermain yang dicurahkan dibandingkan alokasi waktu belajar.  jawabannya singkat ketika ditanya, PUSING.  beginilah potret siswa sekarang, banyak mengeluh dan hanya menginginkan sesuatu datang dengan mudahnya.

Jika berbicara melihat realitas, seharusnya standar kelulusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tidak perlu dikhawatirkan.  kenapa, karena standar tersebut jauh di bawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan.  Maaf, jika memang hal tersebut meresahkan, berarti ada sesuatu yang salah dalam sistem pembelajaran kita.  sehingga pantaslah, keresahan akan selalu datang menghampiri jika ujian nasional semakin dekat.  masih ada kesempatan untuk berubah, sebelum perang itu dimulai.  semuanya berpulang kepada kemauan (niat), mau atau tidak….hilangkan keresahan itu dengan belajar dan belajar.  mari kita hitung mundur hari H yang meresahkan itu.