Tertawa dengan Matematika

Apabila ada survei bagi siswa dengan pertanyaan seperti ini : diantara semua pelajaran, mata pelajaran apa yang paling sulit. jawaban dari siswa kemungkinan besar sama dan dengan serentak menjawab : MATEMATIKA. wow, sebegitu sulitkah matematika sehingga ditempatkan paling atas sebagai mata pelajaran tersulit? Ada beberapa faktor yang bisa membuat siswa menjadikan matematika sebagai momok : yang pertama siswa tidak mempunyai dasar yang kuat dalam berhitung sehingga untuk memahami prinsip dasar matematika saja sangat sulit. yang kedua adalah peran guru yang tidak maksimal dalam merubah image siswa tentang matematika. bahkan sebagian guru menganggap jika siswa tidak dapat mengerjakan soal yang diberikan, maka guru menganggap bahwa soal yang dibuat berhasil, sehingga semakin komplitlah sebutan matematika sebagai momok bagi siswa.

Berikut ini adalah bukti bahwa matematika tidak perlu ditakuti, tapi dipahami saja bagaimana harus mengerjakan sesuai perintah, walaupun jawabannya ….makanya soalnya yang jelas donk

pic04031

pic12052

pic27350

Try Out lagi dan lagi

toMenjelang ujian nasional yang sudah di depan mata, sekolah, mgmp, dinas pendidikan dan universitas tidak mau ketinggalan dalam berpacu melaksanakan kegiatan yang disebut TRY OUT.  sungguh sebuah ajang bagi siswa untuk mengukur kemampuan sampai sejauh mana materi yang telah diberikan sudah dipahami atau belum. atau ada juga yang tidak melakukan persiapan sama sekali, karena hanya menunggu dan menunggu.  sma kosgoro sendiri sudah merencanakan akan melakukan try out tingkat sekolah pada tanggal 10-15 Maret 2009.  sedangkan try out yang akan dilaksanakan oleh UGM -hanya beberapa sekolah ( 12-13 Februari 2009) dan Kota Bogor yang bekerja sama dengan Universitas Gunadarma (16 – 20 Februari 2009).

Kita semua berharap dengan semakin banyaknya TO yang diberikan, akan memudahkan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan.  Kepada pelaksana TO agar dalam penulisan naskah soal senantiasa memperhatikan SKL dan kisi-kisi yang telah dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Selamat berlatih dan berlatih, semoga dengan semakin sering berlatih kemampuan dalam memahami soal semakin meningkat sehingga memudahkan kelak dalam ujian nasional.

Pelajar merokok…biasa

merokokSelasa, 3 Februari 2009 siang, karena tidak ada jam mengajar, saya mengajak teman untuk membeli sebuah LCD proyektor.  perjalanan kami diiringi oleh gerimis yang turun menyambut siang.  tapi gerimis tidak sedikitpun mengendorkan niat saya untuk melanjutkan perjalanan.  kami pun langsung ke tempat tujuan dan sepakat untuk membeli barang yang dimaksud. karena tujuan sudah tercapai, kami pun langsung pulang.  mungkin karena kelamaan keliling,  rasa haus datang menghampiri. akhirnya kami sepakat untuk mampir sebentar di sebuah cafe “sop buah” yang cukup terkenal di Bogor. ditengah nikmatnya menikmati sop buah, beberapa orang pelajar masuk dan memilih tempat duduk yang pas bagi kelompok mereka. sama dengan pengunjung lain, mereka juga minum dan makan. tapi ada yang berbeda dan yang membuat saya kaget ketika salah satu diantara mereka memesan sesuatu, saya hanya mendengar salah seorang dari mereka berkata “yang warna merah ya”. tapi pesanan yang ada adanya yang warna putih. gak apa-apa deh, yang penting ada.  sambil melirik ke arah mereka dan penasaran apa sih yang merah atau putih itu.  saya terkejut ketika melihat ternyata pesanan itu adalah sebungkus rokok, dan yang memesan itu adalah pelajar perempuan dari salah satu sekolah negeri. saya pun berbisik pada teman, saya kenal dengan seragam sekolah mereka karena warnanya yang khas.  yang mengherankan adalah mereka tidak malu dengan orang yang ada di sekitar.  sekedar informasi, tempat itu cukup rame, tapi mereka tetap cuek dan masa bodoh.  saya bertanya dalam hati apa mereka sudah tidak mempunyai rasa malu.  tidakkah mereka berpikir, bagaimana sedihnya perasaan orangtua jika mengetahui perbuatan mereka. berapa besar biaya yang sudah dikeluarkan bukan masalah untuk belajar, tapi dengan merokok, bukankah sebuah khianat terhadap amanah orangtua.  berpikirlah, wahai para pelajar.

Binatang mirip wajah manusia

Kelihatannya aneh jika membaca judul tulisan ini.  tapi mungkin anda sedikit berubah pikiran setelah melihat gambarnya.  yang jelas binatang-binatang ini memperlihatkan wajah mirip manusia, walaupun sebenarnya juga tidak terlalu mirip.  perlu pengamatan yang seksama sehingga kesimpulan bahwa binatang mirip wajah manusia baru akan muncul.  percaya atau tidak ….

Baca pos ini lebih lanjut

Tunjangan fungsional guru: karena kuota…

Setelah beberapa tahun mendapatkan tunjangan fungsional, baru kali (tahun ini, 2009) ada distribusi tfg yang kurang jelas karena tidak dijelaskan.  Tunjangan fungsional guru (TFG) merupakan satu momen yang selalu ditunggu, karena setidaknya meringankan beban seorang guru yang penghasilannya luar biasa menyesakkan dada.  walaupun pada kenyataannya, apa yang harus diterima harus dinanti dengan amat sabar karena menunggu dan menunggu.

TFG di awal 2009, sedikit berbeda karena rumor yang beredar bahwa ada kuota bagi setiap sekolah yang sebelumnya rutin menerima dana TFG.  Kita sebenarnya bingung, kuota seperti apa yang dimaksud.  yang membuat teman-teman jadi pesimis adalah bagaimana jika kuota itu terus berlaku, sehingga guru yang tadinya tercatat sebagai penerima dana TFG harus gigit jari karena kuota tadi.  Saya sih berusaha menghibur diri bahwa mungkin penyaluran TFG kali ini, diatur penyalurannya untuk beberapa sekolah dulu, tetapi tidak dihilangkan sama sekali.  kemudian sekolah lain akan mendapat giliran berikutnya.  tapi benarkah ….????

TFG, semua guru menantimu…jangan karena kuota kau tak datang. sudah cukup lelah bagi kami menanti berbulan-bulan jika kau hendak turun.  tapi sekarang kau memberi kabar dengan kuota, kami bingung…

Guru Profesional, bisa-kah …

Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru, salah satunya adalah dengan mengikuti sertifikasi melalui portofolio.  Setelah dua tahun sertifikasi dilakukan harapan akan menghasilkan guru-guru profesional bisa-kah terealisasi???.  Jawabannya kembali kepada guru yang telah melakukan dan menjalaninya.  Yang mengganjal dalam pikiran saya adalah apakah pemerintah sudah membuat perangkat untuk melakukan evaluasi terhadap guru-guru yang sudah dianggap profesional melalui sertifikasi.  Karena jika tidak, akan berakibat fatal.  Apakah hanya dengan mengikuti sertifikasi melalui portofolio seorang guru sudah dianggap lebih, padahal dalam kenyataannya ini berbanding terbalik.  Tentunya harapan pemerintah bukan hanya sekedar tuntas men-sertifikasi guru-guru tapi juga profesional dalam mengajar.  Oleh karena itu diperlukan evaluasi bagi yang sudah melakukan sertifikasi sehingga tanggung jawab sebagai guru profesional dapat dipertanggungjawabkan.  Tidak hanya sekedar mendapat tambahan kesejahteraan tapi juga profesional dalam melakukan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik.

Ujian nasional : sebuah analogi

Ujian nasional merupakan tahapan akhir yang akan dan harus dilewati oleh setiap siswa. walaupun banyak protes yang menentang pelaksanaan, akan tetapi ujian nasional tetap berjalan sebagaimana yang telah diprogramkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Oleh karena itu, sebagai seorang guru semestinya senantiasa memberikan pencerahan dan motivasi bagi siswa kelas 12 khususnya. Apalagi tugas utama kelas 12 adalah mengantarkan mereka lulus ujian nasional dengan nilai yang baik.

Sebuah analogi yang sering saya sampaikan kepada siswa :

Kalian semua ibarat pelari jarak jauh yang sebentar lagi akan melewati garis finish yang sudah terbentang di depan mata. seorang pelari hendaknya membekali diri dengan persiapan yang matang, kondisi fisik yang prima, senantiasa berlatih sebelum berlari. selain itu, dukungan dari lingkungan dan orang terdekat akan memberikan spirit lebih bagi siswa untuk terus berlari melewati garis yang sudah disiapkan oleh panitia. tanpa diminta pun semua penonton yang hampir memenuhi garis finish selalu memberikan semangat, siap memberikan tepukan yang meriah manakala setiap peserta mampu melewati bendera finish yang terbentang. seiring akan diberikannya pengalungan medali dan piagam penghargaan bagi yang berhasil. TAPI, ada beberapa dari pelari itu sudah mulai kehabisan tenaga dan sangat kepayahan sehingga tidak lagi sanggup melewati garis akhir, mereka hanya bisa menatap dan menyesali diri bahkan menangis, melambaikan tangan kepada peserta lainnya. Saya sudah tidak sanggup lagi berlari, saya salah dalam mengatur strategi. Yang ini termasuk peserta yang baik karena masih bisa memberikan komentar terhadap kelemahan dirinya. TETAPI yang lebih parah ada peserta yang harus meninggalkan arena karena semua perbekalannya selama 2 tahun lebih sudah habis dan bahkan ketika garis finish sudah terlihat, peserta tersebut melakukan pelanggaran sehingga dia harus di diskualifikasi oleh panitia.

Akhir dari analogi ini adalah teruslah berlari dengan senantiasa mengikuti petunjuk dari pelatih. Lihatlah bagaimana bahagianya seorang ibu atau pendukung fanatikmu memberikan ucapan selamat.

Semoga analogi ujian nasional ini memberikan motivasi kepada semua siswa yang membacanya dan sebuah inspirasi bagi seorang guru untuk terus memberikan arahan kepada siswanya menghadapi ujian nasional. selamat berjuang