Pesta Demokrasi di smakos Bogor

Hari sabtu, 25 Oktober 2008 yang lalu semua warga kota Bogor yang telah mempunyai hak pilih mengikuti pemilihan walikota dan wakil walikota pertama dalam sejarah kota Bogor. Mengapa istimewa karena baru pertama kali pimpinan tertinggi kota Bogor dipilih secara langsung. Hari Senin, 27 Oktober 2008 juga merupakan hari yang berbeda di lingkungan kampus SMA Kosgoro Kota Bogor, karena hari ini pemilihan ketua OSIS periode 2008/2009 dilaksanakan. Kandidat ketua OSIS untuk periode ini hanya diwakili oleh dua orang, jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya. Walaupun demikian, hal ini tidak mengurangi semangat para kandidat untuk mengikuti tahapan proses seleksi yang telah disiapkan oleh panitia, diantaranya : tahap wawancara, seleksi tertulis, pemaparan visi dan misi serta debat kandidat.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Kosgoro kota Bogor yang sebelumnya memberikan sambutan. Inti dari sambutan kepala sekolah adalah agar siapapun kandidat yang terpilih kelak harus siap merealisasikan visi misi yang telah mereka paparkan sebelumnya. Serta bagaimana OSIS turut berperan dalam mensukseskan program sekolah. jangan sampai OSIS hanya berperan pada saat ada event tertentu saja dan setelah itu tidak ada kegiatan. pemilihan osis dibuka langsung oleh Kepala Sekolah yang ditandai dengan pemukulan gong yang selanjutnya kepala sekolah melakukan pemilihan ketua Osis yang diikuti oleh dewan guru SMA Kosgoro kota Bogor. Kegiatan yang berlangsung di halaman SMA Kosgoro dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 16.00 wib.

Adapun kandidat ketua OSIS yaitu Syaiful Anwar dari kelas 11 IPA 1 dan Panji Sunu Aji dari kelas 11 IPA 2. Perhitungan suara yang dilakukan menetapkan Syaiful Anwar sebagai Ketua OSIS SMA Kosgoro periode 2008/2009. Selamat kepada ketua OSIS yang baru, semoga dapat merealisasikan visi dan misi yang telah disampaikan serta dapat mengintegrasikan program OSIS dan program sekolah.

Anggota OSIS harus menjadi panutan bagi siswa yang lain sehingga OSIS tidak hanya sebagai simbol tempat berkumpul melainkan sebagai wadah belajar berorganisasi dan berinteraksi, tempat menampung aspirasi siswa dan lain sebagainya. sekali lagi selamat dan mari bersama memajukan SMA Kosgoro Kota Bogor khususnya di Kota Bogor.  Lanjutkan program ketua OSIS periode sebelumnya yang belum sempat terlaksana.  Cetuskan program baru yang lebih baik dan mewadahi aspirasi siswa SMA Kosgoro Bogor.  Integrasikan program sekolah dengan program OSIS sehingga sinkron dan tidak berjalan sendiri.  Tanamkan komitmen bersama bagi semua pengurus OSIS sehingga bisa menjadi telada bagi siswa yang lain.  Wujudkan Tri Setia Siswa SMA Kosgoro dalam setiap program yang canangkan.

Sholat Jumat Pertama

Hari jumat ini (17 Oktober 2008) merupakan hari jumat yang berbeda dari jumat sebelumnya terutama bagi civitas sma kosgoro kota bogor.  Betapa tidak, karena hari ini merupakan sholat jumat pertama yang dilakukan di sekolah ini.  setelah direncanakan sekian lama, akhirnya niat baik itu terlaksana juga.  walaupun tempat pelaksanaan sholat masih terbatas, Alhamdulillah para guru, karyawan dan siswa tetap memadati tempat yang disediakan oleh rohis sma kosgoro bogor.  Untuk merealisasikan niatan baik ini, maka setelah bel jam terakhir gerbang sekolah langsung ditutup dan diawasi langsung oleh beberapa orang guru.  tujuannya tidak lain adalah agar setiap siswa muslim dapat menjalankan sholat jumat di sekolah.  walaupun banyak keluhan dari beberapa orang siswa, tapi tidak mengurangi semangat jumat pertama di lingkungan sekolah tercinta ini. semoga jumat-jumat berikutnya sekolah ini tetap dapat melaksanakannya dan memberikan berkah dan kemajuan bagi semua warga sekolah.  Amiiin

Buka puasa di kebun raya bogor

Waktu terus berputar dan tak terasa kita sudah berada di ujung bulan ramadhan.  Tapi masih ada kegiatan silaturahmi yang bisa kita lakukan sebelum semuanya bersiap, berkemas, berangkat bersama tuk pulang kampung.  Seperti yang dilakukan oleh kelas 12 IPA 1 kemaren, 25 September 2008 di Kebun Raya Bogor.

Untuk melengkapi rasa penasaran bagi siswa yang tidak ikut dalam kegiatan tersebut, liatin foto-fotonya aja ya….

Isra Mi’raj dan Perintah Sholat

SMA Kosgoro Kota Bogor, Rabu 27 Agustus 2008 bertempat di Masjid Raya Bogor telah melaksanakan kegiatan isra mi’raj.  Acara diawali dengan lantunan nasyid dari ekskul DKM, marawis dan pembacaan ayat suci Al qur’an.  Acara dibuka oleh Bapak H. Iwan Ruswandi, SE, M.M mewakili Yayasan Dharma Setia Kosgoro.  Walaupun agak terlambat, tetapi tidak mengurangi semangat berpartisipasi apalagi panitia menghadirkan Ustadz Syahrul yang memberikan siraman rohani yang membuat kegiatan terasa menyegarkan dan lebih hidup.

Pada kesempatan itu Ustad Syahrul mengungkapkan bagaimana beratnya tugas yang harus dipikul oleh Rasulullah dan cobaan yang datang silih berganti.  Isra mi’raj didasari oleh beberapa hal.  Pertama peristiwa boikot yang dilakukan orang kaum Quraisy kepada seluruh keluarga Bani Hasyim. Kaum Quraisy tahu bahwa sumber kekuatan Nabi Saw adalah keluarganya. Oleh karena itu untuk menghentikan dakwah Nabi Saw. sekaligus menyakitinya, mereka sepakat untuk tidak mengadakan perkawinan, transaksi jual beli dan berbicara dengan keluarga bani Hasyim. Mereka juga bersepakat untuk tidak menjenguk yang sakit dan mengantar yang meninggal dunia dari keluarga Bani Hasyim. Boikot ini berlangsung kurang lebih selama tiga tahun. Tentunya boikot selama itu telah mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan khususnya kepada Nabi Saw. dan umumnya kepada keluarga Bani Hasyim.  Kedua peristiwa wafatnya paman beliau, Abu Thalib. Peristiwa ini menjadi sangat penting dalam perjalanan dakwah N! abi Saw. sebab Abu Thalib adalah salah satu paman beliau yang senantiasa mendukung dakwahnya dan melindungi dirinya dari kejahilan kaum Quraisy. Dukungan dan perlindungan Abu Thalib itu tergambar dari janjinya,” Demi Allah mereka tidak akan bisa mengusikmu, kecuali kalau aku telah dikuburkan ke dalam tanah.” Janji Abu Thalib ini benar. Ketika ia masih hidup tidak banyak orang yang berani mengusik Nabi Muhammad Saw, namun setelah ia wafat kaum Quraisy menjadi leluasa untuk menyakitinya sebagaimana digambarkan dalam awal tulisan ini.

Ketiga wafatnya istri beliau, Siti Khadijah r.a. Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah pamannya wafat. Siti Khadijah bagi Nabi Saw. bukan hanya seorang istri yang paling dicintai dan mencintai, tapi juga sebagai sahabat yang senantiasa mendukung perjuangannya baik material maupun spiritual, yang senantiasa bersama baik dalam keadaan suka maupun duka. Oleh karena itu, wafatnya Siti Khadijah menjadi pukulan besar bagi perjuangan Nabi Saw.

Tiga peristiwa yang terjadi secara berurutan itu sangat berpengaruh pada perasaan Rasulullah Saw.  Beliau sedikit sedih dan gundah gulana. Beliau merasakan beban dakwah yang ditanggungnya semakin berat. Oleh karena itu para sejarawan menamai tahun ini dengan ámul hujn (tahun kesedihan).

Dalam kondisi seperti itulah kemudian Allah Swt. mengundang Nabi Saw. melalui peristiwa isra dan mi’raj. Isra’ adalah peristiwa diperjalankannya Nabi Saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sedangkan mi’raj merupakan peristiwa dinaikannya Nabi Saw. dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha. Peristiwa Isra Miraj ini mengajarkan banyak hal kepada Nabi Saw. Dalam perjalanan isra’ ia melihat negeri yang diberkahi Allah Swt. dikarenakan di dalamnya pernah diutus para Rasul. Sedangkan dalam perjalanan mi’raj ia melihat tanda-tanda kebesaran Allah Swt. “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari, dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkati sekelilingnya, ! supaya kami perlihatkan ayat-ayat Kami kepadanya. Sesungguhnya Ia Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S Al Isra :1). “Sesungguhnya ia (Muhammad) melihat Jibril (dalam rupanya yang asli) di waktu yang lain. Yaitu di Sidratul Muntaha. Didekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha itu diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya ia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (Q.S An-Najm : 13-18).

Ketika Rasululullah Saw. mendapat tantangan berat dalam dakwahnya, ia diundang Allah Swt. melalui peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Melalui peristiwa ini Allah Swt. mengobati luka hatinya, menghilangkan kesedihannya dan menghibur duka laranya. Akibatnya jiwanya menjadi fresh (segar) dan bahagia kembali. Dalam kondisi jiwa seperti ini kemudian ia kembali ke bumi malanjutkan tugas dakwahnya yaitu menebarkan rahmat Allah Swt. di muka bumi ini. Disinilah, seperti disebutkan di atas, Isra’ Mi’raj tidak hanya memiliki makna individual tetapi juga memiliki makna sosial.

Ada pertanyaan, bagaimana bila yang mendapatkan hambatan dakwah itu kita? Bagaimana bila yang mendapat kesusahan dan penderitaan itu kita? Apakah bagi kita masih ada peluang diisra’kan dan dimi’rajkan seperti nabi Muhammad Saw? Jawabannya, tentu tidak mungkin. Lantas apa yang mesti dilakukan bila semua itu terjadi pada kita?
Shalat! Inilah jawaban yang diberikan oleh Nabi Saw.

Isra dan mi’raj adalah salah satu mu’jizat Nabi Muhammad Saw.. Artinya itu hanya diberikan kepadanya tidak mungkin diberikan kepada manusia biasa. Namun demikian, berdasarkan petunjuknya ada amalan bagi orang-orang yang beriman yang memiliki fungsi sama dengan Mi’raj yaitu ibadah shalat. “Shalat itu mi’rajnya orang yang beriman (ash-shalatu mi’rajul mu’minín)” sabdanya.

Shalat secara bahasa berarti do’a. Doa pada hakikatnya merupakan bentuk dialog antara manusia dengan Allah Swt.. Ketika seseorang shalat, hakekatnya ia sedang bertemu dan berdialog dengan Allah Swt.. Oleh karena itu secara hakiki fungsi shalat dan mi’raj sama yaitu bertemu dan berdialog dengan Allah Swt..

Shalat yang benar mesti menghasilkan buah yang sama dengan buah Isra’ mi’raj yaitu kesadaran individual dan sosial.

Lebih lanjut Ustadz Syahrul mengatakan bahwa shalat khusyu’ adalah shalat yang dilakukan dengan penuh kesadaran. Yaitu memahami apa yang diucapkan dalam shalat sehingga melahirkan perasaan ta’zhim (hormat), khauf (takut), harap (raja) dan haya (malu) terhadap Allah Swt.. Kesadaran ini disamping akan mendatangkan kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman jiwa, juga akan mampu memotivasi mushalli untuk merealisasikan seluruh janji yang diucapkannya di dalam shalat ke dalam kehidupan sehari-hari.

Segala sesuatu yang benar datangnya dari Allah SWT.

Pemantapan KTSP & Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis TIK

Alhamdulillah kata yang pantas diucapkan karena kegiatan pelatihan Pemantapan KTSP & Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis TIK (27 – 28 Juni 2008) bisa terlaksana dan berjalan dengan lancar sesuai harapan. Walaupun pelatihan kali ini terbagi atas dua bagian, akan tetapi tetap merupakan satu rangkaian yang saling terkait. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. Rahmat, M.Pd. Pembina SMA Kosgoro & Pengawas Kota Bogor sekaligus sebagai konsultan di Direktorat Pembinaan SMA. Materi juga disampaikan oleh Ibu Dra. Riana Yani, Pengawas Kota Bogor yaitu Teknik Penyusunan RPP. Selain menyampaikan materi, peserta juga dibimbing langsung bagaimana membuat RPP yang disesuaikan dengan visi dan misi sekolah. Tujuan kegiatan pemantapan KTSP adalah setiap guru diharapkan mampu merancang dan membuat RPP sesuai dengan mata pelajaran yang diampuh. Sehingga setelah pelatihan, para guru sudah mempunyai RPP khususnya kelas 12. Selain RPP kelas 12, revisi juga dilakukan terhadap RPP kelas 10 dan 11 yang masih terkesan adopsi dari sekolah lain. Selain pengawas, sepuluh orang guru SMA Kosgoro yang telah mengikuti Bintek KTSP selama 4 hari (26 – 29 Mei 2008) turut membantu rekan-rekan guru yang lain.
Setelah pelatihan KTSP, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis TIK yang dilaksanakan di Lab. Komputer SMA Kosgoro. Materi pelatihan bahan ajar adalah pembuatan bahan ajar menggunakan Microsoft Powerpoint dan Web Page Maker. Pelaksanakan kegiatan dibagi 2 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 23 orang guru. Hal ini dilakukan karena jumlah komputer yang terbatas (hanya 40 unit) dan memudahkan dalam penyampaian materi serta bimbingan langsung dari instruktur. Materi powerpoint disampaikan secara bergantian oleh Bapak Dedi Suryadi & Didik Sulaksono yang menekankan langsung bagaimana membuat bahan ajar berbasis TIK. Kemampuan peserta yang bervariasi dalam mengoperasikan komputer cukup membuat kerepotan instruktur menyampaikan langkah-langkah pembuatan bahan ajar. Materi kedua dalam pelatihan pembuatan bahan ajar adalah Web Page Maker yang disampaikan oleh Bapak Herman Lasrin. Sama dengan kegiatan pertama dimana peserta juga dilatih bagaimana membuat bahan ajar tetapi berbasis web. Walaupun berbasis web peserta sangat antusias karena mungkin merupakan aplikasi baru bagi para guru dan proses pembuatannya pun sederhana.
Waktu kegiatan pelatihan yang terbatas membuat peserta agak kesulitan dalam mengaplikasikan apa yang sudah diperoleh walaupun peserta sudah dibekali dengan panduan dan software. Keinginan yang besar dari peserta untuk membuat bahan ajar berbasis web disikapi sekolah dengan memberikan waktu tambahan bagi para guru. Bagi yang masih ingin berlatih, diberikan kesempatan selama beberapa hari dan tetap dibimbing oleh instruktur. Selamat membuat bahan ajar bapak/ibu guru. Semoga keinginan untuk memberikan perubahan dalam menyampaikan materi di kelas bisa terealisasi dan tidak lagi terkungkung oleh paradigma lama dengan metode yang itu-itu saja. Sekali lagi selamat bekerja. Let’s be a professional teacher

Bertemu untuk berpisah

Perpisahan siswa kelas 12 merupakan bagian integral dari kegiatan siswa kelas 10, 11, yang diakhiri dengan pelaksanaan acara penglepasan siswa yang menandakan bahwa siswa telah diantar pada jenjang paling akhir kegiatan pembelajaran selama tiga tahun berlangsung.

Acara penglepasan siswa kelas 12 SMA Kosgoro Kota Bogor dilaksanakan tanggal 4 Juni 2008, pukul 13.00 bertempat di Gedung Bale Binarum Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, kegiatan penglepasan siswa kelas 12 ini berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan, kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak, baik moril maupun materil.

Baca pos ini lebih lanjut

Invitasi Futsal SMA Kosgoro

Untuk kedua kalinya ekskul futsal SMA Kosgoro Bogor menyelenggarakan invitasi futsal tingkat smp se-Bogor Raya yang melibatkan 16 sekolah menengah pertama di Kota dan Kabupaten Bogor yang mana sekolah yang diundang merupakan dedengkot futsal.  Kegiatan ini sendiri berlangsung selama 4 hari yaitu tanggal 2 – 5 Juni 2008 di Kampus SMA Kosgoro Bogor.  Acara ini dibuka secara resmi oleh kepala SMA Kosgoro Kota Bogor, Ibu Dra. Hj. Tjachny Maryam.  Dalam sambutannya beliau meminta kepada setiap tim untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.  Lebih lanjut beliau berharap, pemain-pemain yang berbakat bisa bergabung dengan tim futsal sma kosgoro yang merupakan jawara kota bogor diberbagai even yang diikuti.  Pertandingan pembuka berlangsung menarik dengan menampilkan dua tim favorit SMPN 2 Cibinong melawan SMP PGRI 1.  Empat tim favorit dalam invitasi futsal ini adalah SMPN 6 Bogor, SMPN 2 Cibinong, SMPN 10 Bogor, SMP PGRI 6 Bogor.  Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya ke-empat tim favorit ini melaju ke semifinal yang mempertemukan SMPN 2 Cibinong x SMPN 10 dan SMPN 6 x SMP PGRI 6.  Partai puncak mempertemukan SMPN 6 Bogor x SMPN 10 Bogor.  Pertandingan final berlangsung menarik dengan kejar mengejar skor.  Setelah berjuang dengan gagahnya SMPN 6 Bogor berhasil memenangkan invitasi futsal ini dengan skor 7 – 4.

Tim Juara SMPN 6 Bogor (sukses ya…)

Finalis invitasi futsal SMPN 10 Bogor (coba lagi tahun depan)