Tombol Page Up-Page Down

Setiap user komputer pasti mengenal dengan baik tombol Page Up & Page Down.  Tapi pernah tidak kita membayangkan bahwa untuk urusan tombol ini saja, perusahaan sekelas Microsoft perlu untuk mempatenkan-nya.  Bahkan sampai harus menunggu sekitar tiga tahun untuk mendapatkan hak atas kedua tombol tersebut.

Dilaporkan bahwa Microsoft mengajukan hak paten sejak 2005. Namun, banyak pihak bertanya tentang tindakan Microsoft itu, karena kedua tombol itu diketahui pertama kali ditampilkan oleh IBM tahun 1981.

Dalam aplikasi pengajuan disebutkan, hak paten itu dilakukan untuk menghargai penemu kedua tombol itu, Timothy Sellers, Heather Grantham, dan Joshua Dersh. Aplikasi pengajuan hak paten menjelaskan, kedua tombol itu merupakan tombol yang memungkinkan pengguna untuk menavigasi lokasi halaman.  sebegitunya yaa…..

Dengan Demikian hingga saat ini Microsoft telah memiliki hak paten atas karyanya sebanyak 10.000 buah. Sebelumnya perusahaan milik Bill Gates itu, juga telah mematenkan double click dan scrolling mouse wheel.

Penemu Lambang @ pada E-mail

Surat elektronik atau electronic mail (e-mail) pertama yang berhasil dikirimkan antara dua mesin dilakukan oleh seorang insinyur pendiam, Ray Tomlison di BBN suatu hari di tahun 1972. Sebelumnya, Tomlison telah menulis program mail untuk Tenex, sistem operasi yang dikembangkan BBN, yang hingga sekarang masih beroperasi pada mesin-mesin PDP-10 ARPANET.

Selain itu, yang juga monumental adalah penemuan lambang @ pada e-mail yang kemudian digunakan orang di seluruh dunia.

“Karena saya yang pertama [menemukan], jadi saya bisa leluasa memilih pungtuasi yang saya inginkan,” ujar Tomlison. “Saya memilih lambang @,” ujarnya. Karakter ini, menurut dia, lumayan membantu karena mirip huruf a untuk address atau alamat lembaga pemilik e-mail yang dituju. Ia tidak menyadari betapa saat itu ia sedang menciptakan sebuah icon penting untuk jagat Internet.

http://tahukahanda.wordpress.com

Dari mana datangnya besi

Besi tidak dihasilkan dari dalam bumi.  besi dibawa dari bintang-bintang yang meletup di angkasa melalui meteor dan diturunkan ke dalam bumi.  setidaknya itulah menurut Harun Yahya.  lebih lanjut disebutkan bahwa penemuan astronomi modern telah menyingkap bahwa besi yang berada di bumi ini berasal dari bintang-bintang di luar angkasa.  unsur-unsur berat di alam semesta dihasilkan dalam nuklid bintang besar.  sistem solar kita, bagaimanapun tidak mempunyai struktur yang sesuai untuk menghasilkan besi.  Besi hanya dapat dihasilkan dalam bintang yang lebih besar daripada matahari, ketika suhunya mencapai ratusan juta derajat.  apabila jumlah besi melebihi peringkat tertentu dalam sebuah bintang, bintang ini tidak dapat lagi menampungnya.  akhirnya ia akan meledak dalam satu ledakan yang disebut “nova” atau supernova.  sebagai satu hasil dari ledakan ini, meteor yang mengandung besi berserakan ke seluruh alam semesta, dan mereka bergerak melalui ruang diangkasa sehingga ditarik oleh daya gravitasi suatu benda di cakrawala.

Bahwa secara fisika besi diturunkan dari luar angkasa merujuk pada firman Allah SWT “…Dan kami telah menurunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia.” (QS Al Hadid: 25)

Pencetus satu hari 24 jam

Kita semua sepakat jika satu hari terdiri dari 24 jam.  Separuh siang dan separu malam.  Akan tetapi, pernah nggak bertanya-tanya siapa sih yang pertama kali membuat tolak ukur seperti itu.  Lalu, siapa ya yang pertama kali menetapkan bahwa satu hari adalah 24 jam.  Orang yang pertama kali menetapkan patokan tersebut adalah seorang astronom muslim yang bernama Al-Battani.  Ia mengubah sistem perhitungan sebelumnya yang membagi satu hari ke dalam 60 bagian (jam) menjadi 12 bagian (jam).  Dan setelah ditambah 12 jam waktu malam sehingga berjumlah 24 jam.  Introduksi Al Battani ini kemudian diambil alih oleh astronom-astronom Eropa.  Dan karena eropa menguasai perkembangan sains astronomi modern sejak abad ke-17 M, patokan satu hari menjadi 24 jam ini populer dalam kehidupan sehari-hari.

sumber : hidayah (intisari islam)