Ternyata, membaca itu …

membacaMembiasakan membaca buku apa saja yang berguna tentu akan menambah khazanah keilmuan kita pastinya.  dengan semakin seringnya kita membaca akan memberikan banyak kemudahan dalam memahami dan mengerti sesuatu yang tadinya asing.  ternyata, dengan seringnya kita membaca akan membuat kita mampu membaca tulisan atau teks yang tidak terpola sekalipun.  maksudnya apabila tulisan itu tidak tertulis sesuai dengan apa yang sebenarnya kita masih bisa membacanya dengan lancar dan tepat.

perhatikan bentuk kalimat berikut ini dan silahkan baca berulang kali, insya Allah kita dengan mudah mampu membacanya secara lancar.  karena otak kita tidak membaca huruf per huruf tapi sebaliknya kata per kata :

Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, utruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa.

Menumbuhkan minat baca

membaca1Persoalan membaca yang selalu mengemuka, terutama dikalangan pelajar kita, adalah bagaimana cara menimbulkan minat baca dan cara membaca yang baik. Dengan timbulnya minat baca yang tinggi dan di dorong dengan tersedianya bahan bacaan yang bagus dan murah, adalah gerbang pengetahuan yang dapat mengantarkan kepada kehidupan masyarakat yang mencerahkan. Seseorang dalam mencari pengetahuan dan makna hidup, bukan lagi menggantungkan diri kepada lembaga atau institusi pendidikan. Tetapi lebih dari itu, kehidupan yang dilalui dan realitas kehidupan yang dihadapinya merupakan pengalaman yang mengajarkan serta mampu mendewasakannya. Inilah yang dikatakan oleh para ahli pendidikan sekarang dengan belajar di “sekolah kehidupan”.

Jadi, membaca merupakan suatu hal yang sangat urgensi dalam memajukan setiap pribadi manusia. Karena hakikat membaca adalah perubahan mental. Jika tidak ada perubahan, baik cara pandang, sikap, atau perilaku, maka seseorang belumlah dapat dikatakan membaca. Dan, “dengan membaca kita mengetahui dunia dan dengan menulis kita mempengaruhinya”.  Bukankah sebagai seorang muslim, Wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi saw. adalah Iqra’ atau ‘membaca.

.اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”.

Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama membaca tersebut dilandasi bismirabbika (atas nama Allah), dalam arti bermanfaat untuk kemaslahatan sosial. Pengaitan ini merupakan syarat sehingga menuntut dari si pembaca bukan saja sekedar melakukan bacaan dengan ikhlas, tetapi juga antara lain mampu memilih bahan-bahan bacaan yang tidak menghantarnya kepada hal-hal yang bertentangan dengan ‘nama Allah’ itu.

iqra1Jika begitu kata Iqra’ berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah alam, bacalah tanda-tanda zaman, sejarah, diri sendiri baik yang tertulis maupun tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau.

Sungguh, perintah membaca merupakan sesuatu yang paling berharga yang pernah dan dapat diberikan kepada umat manusia. ‘Membaca’ dalam aneka maknanya adalah syarat pertama dalam pengembangan ilmu dan tekhnologi, serta syarat utama membangun peradaban.

“Where books are your good friends”