Hari guru

guru-1Hari Guru tidak hanya ada di negara tercinta ini, tapi juga ada di belahan muka bumi lain yang diperingati pada tanggal yang berbeda-beda tergantung pada negaranya.  negaranya barack Obama memperingati hari guru pada minggu pertama Mei (Minggu apresiasi Guru), Argentina (11 September), Brazil (15 Oktober), Chili (16 Oktober), Meksiko (15 Mei), Peru (6 Juli), Filipina (5 Oktober), India (5 September), Iran (2 Mei) Korea Selatan (15 Mei), Malaysia (16 Mei), Pakistan (5 Oktober), China (10 September), Singapura (1 September yang dijadikan sebagai hari libur sekolah). Dibeberapa negara murid-murid biasanya memberikan hadiah balas jasa kepada guru, seperti kartu ucapan dan bunga.

Kalau di Negara kita, kapan ya ???  jangankan siswa, sebagian besar guru tidak tahu kapan hari guru (jangan sampai lupa tanggal 25 November adalah hut PGRI dan ini merupakan hut yang ke-63.  mudah-mudahan ini tidak mengecilkan semangat kita untuk terus memberikan yang terbaik dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.  Harapan ke depannya guru lebih kreatif dalam menciptakan proses belajar yang menyenangkan  (PAKEMI).  Dan yang terpenting semoga perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya guru menjadi prioritas. pengabdian tanpa batas….pahlawan tanpa tanda jasa….tetap semangat dan terus berjuang para pahlawan pendidikan

Di Kota Bogor sendiri biasanya hut pgri diramaikan dengan kegiatan guruhawan atau jalan santai dengan segenap elemen guru dari berbagai jenjang. biasanya kegiatan ini dijadikan sebagai ajang silaturahmi bagi para guru.  bagaiman di tempat lain ???

Persyaratan Penelitian Tindakan

Tidak sedikit guru yang sudah pernah mengikuti pelatihan penelitian tindakan, tetapi ketika mengajukan laporan hasil kepada tim penilai masih belum dapat diterima. Kemungkinan ditolaknya tulisan tersebut terletak pada kesalahan substansi atau pada hal-hal di luar substansi. Beberapa hal di bawah ini antara lain merupakan persyaratan untuk diterimanya laporan penelitian tindakan kelas.

  1. Penelitian tindakan kelas harus tertuju mengenai hal-hal yang terjadi dalam pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran
  2. Penelitian tindakan kelas oleh guru menuntut dilakukannya pencermatan secara terus-menerus, obyektif dan sistematis, artinya dicatat dan direkam dengan baik sehingga diketahui dengan pasti tingkat keberhasilan yang diperoleh peneliti serta penyimpangan yang terjadi. Hasil pencermatan tersebut digunakan sebagai bahan untuk menentukan tindakan lanjut yang harus diambil segera oleh peneliti.
  3. Penelitian tindakan harus dilakukan sekurang-kurangnya dalam dua siklus tindakan yang berurutan. Informasi dari siklus terdahulu sangat menentukan bentuk siklus berikutnya. Oleh karena itu, siklus yang kedua dan seterusnya tidak dapat dirancang sebelum siklus pertama terjadi. Hasil refleksi harus digunakan bahan masukan untuk perencanaan siklus berikutnya.
  4. Penelitian tindakan terjadi secara wajar, tidak mengubah aturan yang sudah ditentukan, dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku. Tindakan yang dilakukan tidak boleh merugikan siswa, baik yang dikenai atau siswa lain. Makna dari kalimat ini adalah bahwa tindakan yang dilakukan guru tidak hanya memilih anak-anak tertentu, tetapi harus semua siswa dalam kelas.
  5. Penelitian tindakan harus betul-betul disadari oleh pemberi maupun pelakunya sehingga pihak-pihak yang bersangkutan dapat mengemukakan kembali apa yang dilakukan, baik mengenai tindakan, suasana ketika terjadi, reaksi siswa, urutan peristiwa, hal-hal yang dirasakan sebagai kelebihan dan kekurangannya dibandingkan dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
  6. Penelitian tindakan harus benar-benar menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan oleh sasaran tindakan yaitu siswa yang sedang belajar.

dikutip dari beberapa sumber

Panduan penyusunan portofolio

Portofolio adalah bukti fisik (dokumen) yang menggambarkan pengalaman berkarya/prestasi yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu. Dokumen ini terkait dengan unsur pengalaman, karya, dan prestasi selama guru yang bersangkutan menjalankan peran sebagai agen pembelajaran (kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial). Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan, komponen portofolio meliputi: (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. selengkapnya panduan-penyusunan-portofolio

Menyikapi aksi coret-mencoret setelah kelulusan

aksi coret mencoret setelah lulus ujianPengumuman kelulusan sma dan sederajat serentak dilakukan pada tanggal 14 Juni 2008 kemarin.  Dibalik pengumuman kelulusan tersebut rasa senang datang menghampiri karena sebagian tugas telah rampung.  Akan tetapi, menyimpan perasaan jengkel juga bergabung melihat tingkah dan pola dari beberapa siswa sma.  yang paling heboh, saya melihat melalui salah satu stasiun televisi swasta, luar biasa (bodoh), maaf kalo agak kasar, terlihat beberapa kelompok siswa setelah mengetahui bahwa mereka lulus, langsung melakukan aksi coret-coretan seragam sekolah, baik yang dengan sukarela ikut bergabung maupun siswa yang melintas tak luput dari aksi mereka walaupun dengan setengah memaksa.  aksi dilanjutkan dengan melakukan pawai keliling kota, yang tentunya menyebabkan kemacetan.  Yang lebih parah lagi, aksi mereka ini di bumbui dengan meminum minuman keras.  Suatu hal yang sudah melewati batas dan tidak bisa ditolerir.   Kalo sudah seperti ini, dan nantinya menimbulkan ekses negatif, siapa yang akan bertanggungjawab????.

Coba ya, siswa tersebut berpikir (ato malah nggak mikir) bagaimana kalo seragam disumbangkan untuk teman yang tidak mampu, tentu akan lebih baik.  Euforia kesenangan yang berlebihan seharusnya mendapat perhatian dari pihak sekolah.

SMA  Kosgoro Bogor punya kiat khusus mengantisipasi aksi siswa coret-mencoret seragam setelah kelulusan dengan membuat perjanjian kepada siswa.  “Siswa yang melakukan aksi coret-mencoret seragam sekolah setelah pengumuman kelulusan akan mendapat sanksi keras dari sekolah berupa ijazah ditahan dst (tentunya sosialisasi dengan pihak ortu), siswa yang akan mengurus kelulusan baik berupa sidik jari, legalisir tetap diwajibkan untuk memakai seragam sekolah, jika tidak, siswa tersebut tidak akan mendapat layanan”.  Dan, Alhamdulillah dengan adanya informasi yang diberikan kepada siswa, tidak satupun siswa melakukan aksi konyol tersebut.

Ke depannya, diperlukan kerjasama semua pihak terutama sekolah sehingga tidak lagi terjadi kegiatan coret-mencoret yang sifatnya menurun tersebut.